Kisruh Mahasiswa UBB dan Wagub Babel, Ketua LAM NSS Puji Sikap Rektor UBB

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Negeri Serumpun Sebalai, Prof Bustami Rachman. (imogi/tras)

Penulis: Imogi
Editor: Ichsan Mokoginta Dasin

PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM — Ketua Lembaga Adat Melayu Negeri Serumpun Sebalai (LAM NSS) Dato’ Sri Prof Bustami Rachman, mengapresiasi langkah Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Dr Ibrahim MSi menemui Wakil Gubernur Bangka Belitung Drs H Abdul Fatah MSi, pasca viralnya video sejumlah mahasiswa UBB yang bersikap tak sopan saat bertemu wagub di ruang kerja wagub beberapa hari lalu.

Bacaan Lainnya

Menurut Bustami, cara Ibrahim menyelesaikan persoalan yang melibatkan sejumlah mahasiswanya itu, patut dipuji sebagai karakteristik orang melayu.

“Saya pikir Pak Rektor berjiwa ksatria, dan beginilah seyogyanya cara orang melayu dalam menyelesaikan persoalan, mengedepankan musyawarah bukan dengan emosi semata. Sebagai pimpinan dan sekaligus sebagai orang muda, ia turun langsung dan meminta maaf kepada wagub sekaligus orang yang dituakan atas kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswanya,” ungkap Bustami kepada Trasberita.com, Rabu (01/09/2021).

Terkait tragedi ini, lanjut Bustami, publik hendaknya tak bisa secara sederhana menyalahkan lembaga, khususnya UBB.

“Penyebab secara personal dan psikososial besar peranannya. Hampir dua tahun mahasiswa dan pelajar tidak melakukan tatap muka baik di kampus maupun di sekolah. Boleh jadi mereka sedang mengalami kehilangan kontak personal dan psikososial dengan lingkungan adab maupun lembaga. Mari kita sama-sama awasi agar tidak terulang. Karena hal seperti ini sangat bisa terjadi di semua tempat dan lembaga,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UBB Dr Ibrahim MSi dikonfirmasi Trasberita.com, Rabu (01/09/2021) mengatakan, kedatangan dirinya bersama sejumlah mahasiswa untuk bertemu Wakil Gubernur Drs H Abdul Fatah MSi, merupakan itikad baik untuk mengoreksi yang tidak tepat dan memetik hikmah dari proses pencarian jati diri seorang anak muda yang sebetulnya merupakan aset di masa depan.

“Pak Wagub adalah pimpinan daerah yang kita hormati dan selama ini juga selalu akomodatif serta terbuka terhadap mahasiswa dan kampus. Beliau adalah pimpinan kita, orangtua kita, dan panutan kita,” kata rektor termuda di Indonesia ini.

Jika ada terjadi kekeliruan baik pada tempat maupun konteks, lanjut Ibrahim, itu semata-mata kealpaan anak-anak (mahasiswa).

“Mereka tetaplah anak-anak semester 3 dan 5 yang harus terus dibina, berproses menjadi lebih baik dan mawas diri. Kurang pantas akan kita pantaskan, koreksi, dan arahkan, khasnya kampus sebagai lembaga edukasi dengan prosesnya. Tapi bahwa mereka adalah nurani-nurani kecil yang terus bernyanyi untuk Indonesia Raya, ke depan akan tumbuh dan berkembang bersama seiring proses perbaikan dan transformasi diri,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibrahim juga menyampaikan rasa hormat dan permintaan maaf yang mendalam kepada Wagub Abdul Fatah.

“Kepada Pak Wagub terimakasih atas petuahnya, dan pintunya yang tetap terbuka untuk semua kalangan dan kepentingan. Anak-anak yang bermaaf pinta adalah pribadi yang sadar khilaf. Kami mengawalnya sebagai orangtua yang ingin adab kesantunan menjadi penciri utama. Kami telah dan akan terus ajarkan bahwa adab adalah prinsip moral pertama, dan kampus adalah tempat berproses menjadi hebat, bukan arena penghakiman. Akan ada dan terus ada pembinaan untuk menjadi lebih baik,” jelasnya.

Kepada masyarakat dan handai taulan, Ibrahim juga menyatakan permohonan maaf yang mendalam.

“Saya mewakili mereka, kawan-kawan mahasiswa, dan institusi menyampaikan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan terimakasih atas atensinya semua, Insha Allah kita akan terus berproses menjadi lebih baik,” harap Ibrahim. (Tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *