Mahasiswa Unmuh Babel Melenggang ke Tingkat Nasional, Ikuti Ajang Bergengsi NUDC

Editor: Ichsan Mokoginta Dasin

JAKARTA, TRASBERITA.COM — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung, kembali menoreh prestasi di tingkat nasional.

Bacaan Lainnya

Tiga mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris (PBI) yakni Melya Mardiana, Sofwan Arif Agil, dan Jihandas Sakinah, didampingi oleh Redika Cindra Reranta, S.S., M.Hum., dinyatakan lolos dan melaju ke tingkat nasional dalam ajang bergengsi National University Debating Competition (NUDC) yang diselenggarakan di Tangerang Selatan.

NUDC merupakan kegiatan debat antar Perguruan Tinggi berskala nasional. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2008 dan setiap tahunnya menghasilkan delegasi Indonesia untuk World Universities Debating Championship (WUDC). Sementara di tahun sebelumnya Unmuh Babel

berada di posisi delapan besar kategori Novice.

Sebelumnya telah dilakukan seleksi di LLDIKTI Wilayah 2 Sumatera Bagian Selatan. Melalui perjuangan hebat, tim mahasiswa PBI Unmuh Babel akhirnya dinyatakan lolos dan melaju ke tingkat nasional dan mengalahkan beberapa kampus terkemuka lainnya di Indonesia.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Unmuh Babel, Agci Hikmawati, mengungkapkan rasa senang dan harunya, karena ia menyaksikan bagaimana mahasiswanya mempersiapkan diri dengan bantuan dosen pendamping dan pembimbing.

Ia merasa senang karena semua orang tahu bahwa NUDC merupakan turnamen debat yang sangat bergengsi bagi mahasiswa.

“Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada mereka, serta dosen pembimbing dan dosen pendamping,” ungkap Agci.

Tiga mahasiswa PBI, Melya Mardiana, Sofwan Arif Agil, dan Jihandas Sakinah, didampingi oleh Redika Cindra Reranta, S.S., M.Hum., menyatakan senang dapat lolos dan kembali berpartisipasi di ajang bergengsi ini.

Mereka mengatakan bahwa acara tahunan sejak 2008 tersebut yang sangat kompetitif. Bukan tanpa alasan, kampus yang melenggang ke tingkat nasional tentunya kampus-kampus ternama.

“Selain senang, kami juga merasa tertantang, lawan yang ada merupakan kampus-kampus ternama, seperti BINUS, Parahyangan, Telkom dan beberapa kampus yang sudah langganan juara,” ungkap Melya.

Ia juga menambahkan bahwa sedikit yang memahami turnamen debat ini merupakan turnamen dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi. Tidak hanya perihal kelancaran berbahasa Inggris saja, melainkan bagaimana berpikir kritis dengan waktu yang terbatas. Selain itu, untuk menjadi debater mereka juga kadang harus berbicara pada pihak yang sebetulnya tidak sependapat dengan pemikiran sesungguhnya.

“Sebagai turnamen nasional, semua tim yang datang pada tingkat nasional ini sudah mempersiapkan penampilan mereka sebaik mungkin. Tidak hanya dari penyampaian dalam bahasa inggris saja, melainkan bagaimana berpikir cepat, tepat dan tajam. Jadi, kami harus membawa nama Bangka Belitung dengan baik dengan cara mempersiapkan dengan maksimal juga, sebab dipastikan ini merupakan ajang yang sangat kompetitif,” ujar mahasiswi kelahiran Pangkalpinang tersebut.

National University Debating Championship sejak bertahun-tahun silam menjadi ajang bergengsi di kalangan mahasiswa. Ajang ini kembali diselenggarakan pada tahun 2024 oleh Pusat Prestasi Nasional (Purpresnas) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Acara ini berlangsung di Universitas Terbuka di Tangerang Selatan dari tanggal 26 Mei hingga 2 Juni 2024.

Sebelumnya, setiap tim debat dari berbagai kampus harus melalui berbagai proses sebelum dapat maju ke tingkat nasional. (*/tras)

Pos terkait