Penulis: Imo II Editor: Ichsan Mokoginta Dasin
SUNGAILIAT, TRASBERITA.COM–Khusus masyarakat Kabupaten Bangka, pasti sudah tak asing dengan sosok Tarmizi H Saat.
Ya, Bupati Bangka Periode 2014-2019 ini dikabarkan kembali meramaikan kontestasi politik tahun 2024.
Sosok yang lebih dikenal dengan ‘ideologi’ santri birokrat ini, sejatinya akan ambil bagian dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 14 Februari 2024 bahkan Pilbup Bangka November 2024 mendatang.
Dihubungi Trasberita.com, Minggu (2/4/2023), Tarmizi tak membantah ketika ditanya rencana keikutsertaan dirinya di dua kontestasi politik lima tahunan itu.
“Insya Allah siap maju Pileg 2024 untuk DPRD Provinsi Bangka Belitung dari Dapil Kabupaten Bangka, Partai Nasdem,” katanya.
Menurut Tarmizi, motivasi dirinya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif Provinsi Bangka Belitung mengingat sejauh ini aspirasi masyarakat di daerah (kabupaten/kota) belum tersentuh secara memadai.
Sebab itu, ia terpanggil dan mencoba memperjuangkan aspirasi tersebut dari lini provinsi.
“Tupoksi DPRD itu ada tiga yakni legislasi, budgetting dan kontroling. Tentu kita berniat agar aspirasi harus diimplementasikan pemprov melalui OPD-OPD yang berkompeten,” ujar Tarmizi.
Arah pembangunan Bangka Belitung ke depan, lanjut Tarmizi, harus fokus kepada pertanian dalam arti luas dan juga pariwisata.
“Misalnya adanya perkebunan sawit rakyat pola kerjasama KKSR PROP, ini harus diperjuangkan. Sementara untuk pertambangan perlu ada Perda yang jelas, tegas dan terarah. Pembangunan infrastruktur harus berimbang tiap kabupaten melalui daba,” ungkapnya.
Dikatakan oleh mantan Sekda Bangka, di bidang pendidikan dan kesehatan, kita harus dorong eksekutif untuk menyekolahkan tenaga-tenaga profesional sesuai latar belakangnya ke jenjang lebih tinggi.
Juga bidang kesehatan, lanjut Tarmizi, harus ada program menyekolahkan dokter untuk jadi dokter spesialis dan sub spesislis.
Selanjutnya, program Jaminan Kesehatan Serumpun Sebalai harus terapkan.
Masih menurut Tarmizi, yang selama ini terkesan dikesampingkan adalah soal tatakelola keuangan yang mendesak harus dibenahi.
“Tatakelola keuangan daerah harus diawasi ketat dan dibenahi,” tegas Tarmizi.
Ia juga terpanggil untuk ‘merestorasi’ lembaga DPRD sebagai lembaga yang tak sekadar memberdayakan anggotanya, tetapi bisa tampil dalam hal memberdayakan rakyat.
“Di lembaga ini (DPRD) kelak perlu perda-perda yang menjabarkan UU dan aturan di atasnya untuk diterapkan di Babel. Demikian sebagian kecil ide saya jika kelak dipercaya menjadi Angota DPRD (provinsi),” katanya.
Disinggung rencana keikutsertaannya di Pilbup Bangka 2024 mendatang, Tarmizi justru menegaskan, Pileg 2024 merupakan jembatan menuju Pilbup 2024.
Apakah ini sekadar langkah spekulatif menakar peluang menuju Pilbup Bangka 2024?
“Baik Pileg maupun Pilbup, sama kompetitifnya. Pertarungan di Pileg adalah jembatan menuju Pilbup,” tandas Tarmizi.(Tras)













