Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim
ACEH, TRASBERITA.COM — Di bawah payung mendung pasca-badai, Pusat Koordinasi Nasional (PKN) dan Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Mapala Se-Indonesia berdiri sebagai benteng kebersamaan di tengah banjir dan longsor Aceh Tengah bukan sekadar penolong darurat, tetapi simbol harapan yang dipahat oleh para mahasiswa pecinta alam dari berbagai penjuru nusantara, Minggu (11/01/2026).
Posko Mapala yang didirikan di titik pusat evakuasi menjadi pusat komando tak hanya logistik, tetapi juga kebudayaan solidaritas kampus untuk negeri dari desa Pantan Nangka, Reje Payung, hingga Bah di Kecamatan Ketol, setiap logistik yang tertata dan langkah kaki relawan sesungguhnya adalah puisi aksi kepedulian bagi warga yang kehilangan.
Dalam masa tanggap darurat, Mapala menjalankan empat program utama yaitu Search and Rescue (SAR), distribusi logistik, pembersihan fasilitas umum dan layanan medis. Pendekatan mereka bukan sekadar teknis, tetapi juga insani dan edukatif:
SAR dan Trauma Healing: Relawan tidak hanya mencari korban atau membersihkan puing, mereka juga mendengarkan tangis anak-anak yang masih terjaga dalam bayang kecemasan. Kegiatan nonton layar tancap berhadiah menjadi media untuk memetakan kembali rasa aman anak-anak pascabencana.
Logistik yang Menyapa Kebutuhan: Lebih dari 20 ton bantuan disalurkan dari pangan hingga kebutuhan penerangan dan kebutuhan darurat. Ini bukan angka rapor, tetapi narasi kehidupan yang direngkuh tangan Mapala.
Pembersihan dan Pembukaan Evakuasi: Jalanan yang dipenuhi lumpur dan reruntuhan dibersihkan bersama warga, membuka ruang gerak fisik sekaligus merajut kembali ruang batin masyarakat yang porak-poranda.
Layanan Medis: Tim medis Mapala melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat, menjadi jemputan pertolongan pertama yang seringkali tertunda oleh keterbatasan akses.
Koordinator PKN Mapala Se-Indonesia menyatakan bahwa kehadiran mereka bukan hadiah, melainkan jawaban kolektif atas panggilan nurani
“Kami hadir tidak sekadar membawa bantuan, tetapi memastikan proses penyelamatan, pemulihan, dan edukasi kebencanaan berjalan terpadu.” ujar salah satu Koordinator PKN Mapala se-Indonesia.
Di Balik deru hujan yang meretakkan tanah dan rumah, suara warga yang membantu relawan bercerita tentang keteguhan kampung.
“Kami melihat bukan sekadar seragam Mapala yang datang, tapi senyum yang tak pudar meski banjir mengiris pagi kami.” ujar salah satu warga dengan nada penuh haru.
Masih di bibir mereka, Mapala bukan hanya organisasi kampus, tetapi garda yang menjaga dignitas kemanusiaan kala alam mengamuk.
Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) lahir bukan semata untuk petualangan di puncak gunung atau goa gelap. Ia berakar pada kecintaan terhadap alam dan kemanusiaan yang tumbuh sejak kehadirannya pertama kali di Indonesia pada 1964 di Universitas Indonesia sebagai simbol cinta tanah air, rakyat dan almamater.
Seiring waktu, Mapala berkembang menjadi wadah gerak akademik yang bersinergi dengan tanggung jawab sosial-lingkungan, termasuk dalam mitigasi bencana, respon darurat, serta edukasi masyarakat tentang risiko alam dan cara menghadapinya.
Puluhan laporan aksi Mapala di sejumlah wilayah Indonesia dari banjir Bekasi, longsor Sumut-Aceh, hingga bantuan kesehatan di Lhokseumawe membuktikan gerak mereka adalah jaringan solidaritas yang lebih besar daripada sekadar kegiatan kampus.
Dalam duka Aceh Tengah, Mapala Se-Indonesia membuktikan bahwa “kepedulian kampus” bukan slogan kosong. Itu adalah narasi cinta yang berjalan di medan lumpur, di bawah hujan, dan dalam keriput wajah warga bencana sebuah aksi nyata tentang solidaritas, aksi dan harapan yang tak pernah padam.
Daftar Sumber Primer
“Aksi Kemanusiaan MAPALA Se-Indonesia Tanggap Bencana Banjir dan Longsor di Aceh Tengah” SuaraPolitika.com (28 Desember 2025) (SuaraPolitika.com)
“PKD Mapala se-Aceh: kebutuhan mendesak bagi korban bencana Sumatera” Jabar AntaraNews (6 Desember 2025) (Antara News Jawa Barat)
Laporan aksi bantuan FK Usakti dan Mapala Kompas USU untuk banjir-longsor di Sumut–Aceh — Fakultas Kedokteran Trisakti (Desember 2025) (fk.trisakti.ac.id)
“Sejarah Mapala dan Daftar Lengkap Seluruh Indonesia” Paalmerah.com (historis organisasi Mapala sejak 1964) (PaalMerah.com)
“Mengenal Sejarah dan Peran MAPALA dalam Dunia Kampus” infogarut.id (sejarah dan fungsi sosial Mapala) (Infogarut)
Indonesian Journal of Innovation Studies: “Sense of Community for Nature Lover Student Organization (Mapala)” Riset tentang komunitas Mapala dan nilai solidaritas anggotanya. (IJIns)













