MENTOK, TRASBERITA.COM — Bupati Bangka Barat Markus, S.H., kembali menegaskan peran kepemimpinannya dalam merawat kerukunan dan kebersamaan masyarakat melalui Perayaan Natal Oikuneme Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025 yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita di Rumah Dinas Bupati, Selasa malam (30/12/2025). Perayaan ini menjadi penanda nyata keberhasilan pemerintah daerah menghadirkan negara secara utuh di ruang-ruang iman dan kemanusiaan.
Digelar dalam suasana hangat dan terbuka, Natal Oikuneme 2025 dihadiri unsur Forkopimda, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Aparatur Sipil Negara (ASN), pendeta dan tokoh agama Kristen, tokoh masyarakat, serta lintas elemen warga. Kehadiran lintas struktur dan latar belakang tersebut memperlihatkan wajah Bangka Barat sebagai daerah yang berhasil mengelola keberagaman menjadi kekuatan sosial sebuah capaian yang tidak lahir secara instan, melainkan melalui kepemimpinan yang konsisten dan inklusif.
Mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga”, perayaan Natal ini tidak berhenti pada dimensi ritual, tetapi menjelma menjadi pesan sosial yang sejalan dengan arah kebijakan Pemkab Bangka Barat di bawah kepemimpinan Markus. Keluarga diposisikan sebagai pusat nilai, tempat toleransi dan kasih diajarkan, sekaligus fondasi ketahanan sosial masyarakat.
Di dalam gedung serbaguna, jemaat dan undangan duduk berdampingan tanpa sekat jabatan dan status. Tidak ada jarak antara pejabat dan warga, antara pemimpin dan yang dipimpin. Alunan paduan suara dan doa Natal mengalir lembut, menciptakan suasana teduh yang memeluk setiap perbedaan. Malam itu, Natal terasa bukan hanya dirayakan, tetapi dihidupi.
Dalam sambutannya, Markus menegaskan bahwa Natal tidak boleh direduksi menjadi seremoni tahunan semata. Ia menempatkan Natal sebagai ruang refleksi kolektif untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat ikatan kemanusiaan di Bangka Barat.
“Natal selalu mengingatkan kita pada karya kasih Tuhan yang membawa damai dan keselamatan. Kita dipanggil untuk hidup saling menopang dan menguatkan, tanpa memandang latar belakang maupun status sosial,” ujar Markus.
Pernyataan ini memperlihatkan cara Markus membumikan nilai iman ke dalam praktik pemerintahan. Ia menekankan bahwa nilai-nilai Natal harus menjadi landasan etis dalam pelayanan publik, terutama bagi ASN dan aparatur negara yang menjadi wajah langsung kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Pelayanan publik tidak cukup cepat dan tepat, tetapi harus manusiawi dan penuh empati,” tekannya.
Di titik inilah perayaan Natal Oikuneme tampil sebagai pencerminan hasil kerja pemerintahan. Persaudaraan, toleransi dan rasa aman yang dirasakan warga malam itu adalah buah dari stabilitas sosial yang terus dijaga Pemkab Bangka Barat. Markus menyebut kebersamaan sebagai modal sosial utama dalam membangun daerah, terutama di tengah tantangan sosial dan perubahan zaman.
Menurutnya, harmoni antar umat beragama bukanlah sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, melainkan harus dirawat melalui kebijakan yang adil, ruang dialog yang terbuka dan keteladanan pemimpin.
“Persatuan bukan sekadar slogan. Ia harus dihidupi dalam sikap saling menghormati dan semangat gotong royong,” tambahnya.
Menjelang pergantian tahun, Markus mengajak seluruh umat Kristen dan masyarakat Bangka Barat secara luas untuk membawa damai Natal ke dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, tempat kerja dan ruang sosial. Ia berharap Natal menjadi energi moral yang terus menyala, bukan hanya pada satu malam perayaan.
“Mari kita pulang dengan hati yang damai dan penuh kasih. Semoga sukacita Natal menyertai langkah kita dalam mengabdi bagi Bangka Barat tercinta,” pungkasnya.
Perayaan Natal Oikuneme Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025 ditutup dengan doa bersama dan kebersamaan yang hangat. Malam itu, Natal tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga etalase keberhasilan kepemimpinan Markus dalam menjadikan Bangka Barat sebagai rumah bersama tempat perbedaan dirajut menjadi kekuatan dan toleransi dijaga sebagai warisan sosial bagi masa depan yang rukun dan sejahtera. (*/Tras).













