Oleh: Rusmin Sopian
OPINI, TRASBERITA.COM — Walikota Pangkalpinang Pinang Maulan Aklil atau akrab disapa Molen mendeklarasikan #2Periode sebagai Walikota Ibukota Propinsi Bangka Belitung.
Sejumlah alasan disebutkan Molen diantaranya masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan dengan baik.
Pernyataan #2Periode itu mematahkan spekulasi yang berkembang di masyarakat bahwa Molen akan ikut dalam kontestasi demokrasi Pilkada Gubernur Bangka Belitung tahun 2024 mendatang.
Bagaimana dengan Kabupaten Bangka Selatan?
Apakah Bupati Riza Herdavid akan mendeklarasikan #2Periode pula?
Apakah tetap bersama Deby Vita Dewi dalam satu perahu dalam kompetisi demokrasi Pilkada November 2024 yang akan datang?
Spekulasi di masyarakat terus bergema. Narasi bahwa pasangan dengan slogan Berdoa pada Kontestasi demokrasi Pilkada 2020 lalu akan tetap dalam satu perahu terus bergema dengan beragam alasan.
Bagi Riza Herdavid tentu ingin membuat sejarah dalam catatan perjalanan kepemimpinan di Bangka Selatan.
Hingga hari ini, hingga kontestasi demokrasi Pilkada digelar sejak tahun 2005, di Negeri Junjung Behaoh belum ada Bupati Bangka Selatan yang mampu mengemban amanah rakyat sebagai Bupati Bangka Selatan #2Periode berturut-turut.
Belum pernah tercatat dalam sejarah kepemimpinan di Bangka Selatan, ada Bupati Bangka Selatan yang memimpin daerah ini selama 10 tahun tanpa jeda.
Tak ada dalam catatan sejarah di Negeri Junjung Behaoh ini.
H Justiar Noer memang dua kali mengemban amanah sebagai Bupati Bangka Selatan namun berjeda waktu.
Tak berturut-turut. Tidak 10 tahun berturut-turut. Ada jeda waktu selama 5 tahun.
H Justiar Noer memimpin Bangka Selatan era tahun 2005-2010 bersama Wakil Bupati H Jamro H Jalil.
Dan kembali memimpin Bangka Selatan tahun 2015-2020 dengan Wakil Bupati Riza Herdavid.
Dalam kontestasi demokrasi Pilkada 2010 ditaklukkan oleh pasangan H Jamro H Jalil dan Nursamsu H Alias.
Kontestasi demokrasi Pilkada Bangka Selatan 2024 mendatang memang menarik untuk dinarasikan.
Kompetisi demokrasi Pilkada Bangka Selatan 2024 yang akan datang adalah suguhan kompetisi demokrasi yang istimewa untuk dibicarakan.
Termasuk menjawab berbagai spekulasi narasi dan suara-suara yang berkembang baik di publik tentang siapa putra terbaik bangsa dari Negeri Junjung Behaoh yang akan ikut berkompetisi dalam kontestasi demokrasi Pilkada 2024.
Dan tentunya siapa yang akan diberikan amanah oleh warga Bangka Selatan sebagai pemimpin mereka lima tahun ke depan.
Pilkada Bangka Selatan 2024 tentu akan membuat sejarah ketika H. Riza Herdavid dan Deby Vita Dewi kembali berpasangan untuk kontestasi Pilkada 2024.
Dan sejarah kembali terulang seandainya Wakil Bupati era kini, Deby Vita Dewi tidak Bersama-sama lagi dalam kontestasi demokrasi Pilkada daerah ini 2024.
Sejarah kepemimpinan daerah ini telah menulis bahwa saat Pilkada, Wakil Bupati Bangka Selatan tidak pernah bersama lagi dalam satu paket dengan Bupati.
Era Pilkada Bangka Selatan 2010, Wakil Bupati Bangka Selatan H. Jamro H Jalil berpisah dengan H. Justiar Noer dan memilih Mantan Ketua DPRD Bangka Selatan Nursamsu H Alias sebagai tandemnya dalam Pilkada 2015.
Demikian pula saat Pilkada Bangka Selatan tahun 2015, Wabup Nursamsu H Alias tak bergabung kembali dengan H Jamro H Jalil dalam Pilkada Bangka Selatan 2015.
Mantan Wakil Bupati Bangka Selatan dan mantan Ketua DPRD itu memilih istirahat dari hinggar bingar panggung politik Pilkada dan Pileg.
Apa pun prediksi publik tentang Pilkada Bangka Selatan yang akan datang dan siapapun warga Bangsa yang akan ikut berkompetisi, sejarah akan mencatatnya.
Dan siapa pun yang akan bertarung dalam kontestasi Pilkada di negeri Junjung Behaoh 2024, tentunya mereka ingin memberikan kontribusi penting dalam mensejahterakan masyarakat Bangka Selatan biar dikenang warga sepanjang masa hingga akhir hayat.
Lantas bagaimana dengan slogan #2Periode.
Apakah akan segera dideklarasikan di Negeri Junjung Behaoh?
Kontestasi demokrasi Pilkada 2024 masih lama.
Pembangunan di negeri ini masih perlu perhatian serta kerja keras dan harus mendapat atensi yang serius dari pengemban amanah rakyat di TPS.
Penulis berkeyakinan bila waktunya telah tiba akan ada masanya bagi pemimpin dan calon pemimpin di negeri ini untuk mendeklarasikan diri sebagai pemimpin.
Kini eranya bekerja, bekerja dan berkarya untuk kesejahteraan masyarakat.
Tentang slogan #2Periode berturut-turut, kita jedakan di sini saja. Gaspol…(*/tras)






