Miss Chinese Indonesia 2025 Jong Li Fa Sambangi Bangka Tengah, Siap Melaju ke Kancah Internasional

KOBA, TRASBERITA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menerima kunjungan kehormatan Miss Chinese Indonesia 2025, Jong Li Fa, pada Kamis (09/04/2026). Kedatangan putri asal Negeri Sejiran Setason, Bangka Barat, tersebut disambut hangat oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bangka Tengah, Wahyu Nurrakhman, di Kantor Bupati Bangka Tengah.

Yayasan El John Indonesia, melalui unit kerja El John Pageants, bertindak sebagai penyelenggara utama (organizer) dan pemilik lisensi ajang Miss Chinese Indonesia. Yayasan ini mengelola seluruh rangkaian acara, mulai dari pendaftaran, bootcamp, hingga Grand Final, di bawah pimpinan Ketua Umum M. Johnnie Sugiarto.

Bacaan Lainnya

Audiensi ini merupakan bagian dari persiapan Jong Li Fa yang akan mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi Miss Chinese International 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 30 Mei mendatang. Meskipun Jong Li Fa berasal dari Jebus, Kabupaten Bangka Barat, semangat persaudaraan sebagai sesama putra-putri daerah Kepulauan Bangka Belitung sangat terasa. Wahyu Nurrakhman menyatakan kebanggaan dan komitmen Pemkab Bangka Tengah dalam mendukung langkah Li Fa di level dunia.

“Kami dari Kabupaten Bangka Tengah tentunya memberikan dukungan penuh untuk keberangkatan Miss Chinese ke ajang internasional di Kuala Lumpur. Kami berharap kegiatan ini terlaksana dengan baik dan Li Fa bisa mengharumkan nama bangsa dengan menjadi juara,” ujar Wahyu memberikan semangat. Dalam sesi wawancara, gadis berusia 22 tahun yang akrab disapa Li Fa ini berbagi kesannya mengenai pariwisata di Bangka Tengah. Meski baru dua kali berkunjung, ia mengaku terpukau dengan keasrian alam di Bumi Selawang Segantang.

Li Fa menyoroti Sawah Namang sebagai destinasi yang memiliki potensi besar untuk dipromosikan ke tingkat internasional. “Bangka Tengah itu bagus banget karena wisata alamnya masih natural dan bersih, seperti Danau Pading yang kami kunjungi kemarin bersama Dinbudparpora Bangka Tengah. Sawah Namang juga saya rasa sangat luar biasa, apalagi kalau dikunjungi sore hari,” tuturnya.

Berbicara mengenai akulturasi budaya Melayu dan Tionghoa melalui kuliner, Li Fa mengaku sangat penasaran dengan rasa otentik Mie Koba. “Saya tahu Bangka Tengah terkenal dengan Mie Koba-nya. Sudah pernah coba sebelumnya, tapi pasti rasanya akan lebih otentik kalau dicoba langsung di tempat asalnya,” ungkapnya.

Sebagai Duta Harmoni Budaya Nusantara, Li Fa tidak hanya membawa kecantikan fisik, tetapi juga misi sosial dan pelestarian budaya. Di akhir kunjungannya, ia memberikan pesan penyemangat bagi pemuda-pemudi di Bangka Tengah agar berani melangkah menggapai mimpi.

“Untuk teman-teman semua, jangan pernah takut untuk mencoba apa pun yang kalian inginkan. Lebih baik kita tahu hasilnya meskipun tidak sempurna, daripada kita menyerah sebelum mencoba,” pesan Li Fa dengan penuh percaya diri. Dengan dukungan moril dari berbagai pihak di Bangka Belitung, Jong Li Fa diharapkan dapat menjadi representasi keragaman budaya Indonesia yang harmonis di panggung internasional. (*/tras)

Pos terkait