Oleh: Aboul A’la Almaududi, SH
Ketua PD Inaker Bangka Belitung
BANGKA, TRASBERITA.COM — Dalam dunia politik, tidak semua perjalanan mulus.
Namun, tekad untuk kembali melayani rakyat menjadi nilai penting yang tak bisa diabaikan.
Itulah yang kini ditunjukkan oleh H. Mulkan, S.H., M.H., yang kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Bangka untuk periode 2025–2030.
Setelah kalah dari kotak kosong dalam Pilkada 2024, Mulkan memilih untuk bangkit, merefleksi, dan memperbaiki diri demi satu tujuan: melanjutkan pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat Bangka.
Evaluasi Diri dan Komitmen Baru
Kekalahan di Pilkada 2024 menjadi momen penting bagi Mulkan untuk mengevaluasi kepemimpinannya.
Ia tidak menampik bahwa masa jabatannya terdampak pandemi COVID-19, yang membuat banyak program strategis terhambat.
Namun, bukannya menjauh dari panggung publik, Mulkan justru melihat hal itu sebagai alasan untuk kembali — karena tanggung jawab kepada rakyat belum selesai.
Dengan pendekatan yang lebih mendengar dan transparan, Mulkan membawa visi baru yang disesuaikan dengan harapan masyarakat saat ini.
Fokus pada pemulihan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan ASN dan tenaga honorer, serta penguatan UMKM menjadi prioritas yang lebih matang dari sebelumnya.
Pembangunan yang Terlihat, Sosok yang Dikenal
Di tengah kritik, tidak dapat dipungkiri bahwa Mulkan memiliki rekam jejak dalam pembangunan fisik yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Bangka.
Peningkatan infrastruktur seperti akses jalan, fasilitas umum, dan layanan pemerintahan telah dirasakan di semua delapan kecamatan tanpa terkecuali — mulai dari Sungailiat, Belinyu, Riau Silip, Mendo Barat, Pemali, Bakam, Puding Besar, hingga Merawang.
Hal ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan Mulkan tidak hanya fokus pada satu atau dua wilayah, melainkan berupaya mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan menyeluruh.
Mulkan juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat. Pendekatannya yang terbuka dan santai membuatnya mudah dijangkau oleh warga dari berbagai lapisan.
Kini, ia datang kembali dengan semangat kolaborasi yang lebih besar, menyatakan kesiapannya untuk berpasangan dengan siapa pun yang direkomendasikan partai — demi sinergi dan soliditas dalam pemerintahan ke depan.
Menghadapi Pro dan Kontra dengan Lapang Dada
Setiap pencalonan tentu menimbulkan dinamika.
Meski ada pihak yang mempertanyakan langkah Mulkan untuk maju kembali, banyak pula masyarakat yang memandangnya sebagai bentuk keberanian dan kesetiaan terhadap Bangka.
Mereka melihat Mulkan bukan hanya sebagai politisi, tetapi sebagai pemimpin yang ingin menuntaskan amanahnya.
Partai pengusung pun kini berada pada fase pertimbangan strategis.
Bagi PDIP, sosok Mulkan yang telah berpengalaman dan memiliki basis dukungan nyata, tetap menjadi aset politik yang penting — asalkan ia mampu membangun narasi baru yang menyentuh hati rakyat.
Kesempatan Kedua: Ruang untuk Perubahan yang Lebih Baik
Pilkada 2025 bukan hanya tentang kemenangan, tapi tentang pemulihan kepercayaan dan penguatan demokrasi lokal.
Mulkan datang tidak dengan janji kosong, melainkan dengan tekad untuk menuntaskan tugas yang sebelumnya tertunda.
Ia membawa harapan akan kesinambungan pembangunan, keadilan pelayanan, dan partisipasi publik yang lebih luas.
Kini, masyarakat Bangka dihadapkan pada pilihan: apakah akan memberi kesempatan kedua kepada sosok yang sudah mengenal denyut nadi daerah ini, atau memilih jalan baru yang masih penuh teka-teki.
Dalam semua itu, kembalinya Mulkan ke arena politik bukan hanya soal ambisi pribadi, tetapi cerminan dari semangat untuk memperbaiki dan menyempurnakan pengabdian.
Bagi Mulkan, ini bukan tentang kembali ke kekuasaan — tetapi kembali untuk rakyat. (Tras)






