Laporan: Maruf
MEKAH, TRASBERITA.COM — M Taufik Koriyanto mengaku terkejut mendapat kabar bahwa Musayawarah Cabang (Muscab) Peradi Pangkalpinang Bangka Belitung mengalami deadlock, pada Sabtu (21/1/2023) lalu.
Saat kejadian ini, kata Taufik, yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangka ini, dirinya sedang berada di Mekkah, sedang melaksanakan ibadah umroh.
“Saya tidak mengetahui seutuhnya terkait terjadinya dead lock, sehingga membuat suasana Muscab tidak kondusif dan ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan ” tukas Taufik, melalui sambungan telepon, Minggu (22/01/2022).
Dijelaskan Taufik, sejak tanggal 7 Juni 2022 yang lalu, surat keputusan (SK) kepanitian steering comitte (SC) dan organizing comitte (OC) Muscab PERADI Pangkalpinang Babel sudah ditandatangan olehnya selaku Ketua dan Adystia Sunggara selaku Sekretaris DPC PERADI Pangkalpinang.
Ia menerangkan, tujuan dilakukannya Muscab untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ), demisoner pengurus yang lama, membahas berbagai macam program kerja, rekomendasi dan isu-isu aktual di daerah, terkait dengan penegakkan hukum serta melakukan pemilihan ketua yang baru.
Disampaikan Taufik, tidak hadirnya Ia dalam Muscab dikarenakan sejak tanggal 14 Januari 2023 sampai sekarang sedang menjalani ibadah umroh di Mekah.
Diakui Tayfik, perjalanan ibadah umroh yang dilakukan dirinya tersebut sudah diketahui oleh Ketua SC dan OC, serta menyampaikan laporan secara lisan ke pengurus harian dan wakil ketua DPN PERADI pada saat pengangkatan dan penyumpahan advokat di wilayah hukum pengadilan tinggi Babel pada tanggal 9 januari 2023 yang lalu.
” Sangat tidak rasional, kalau penyebab terjadinya deadlock dan Muscab tidak kondusif akibat ketidakhadiran saya selaku ketua DPC PERADI Pangkalpinang Babel, sementara ada sekretaris dan pengurus DPC yang lain hadir. Mengenai LPJ bisa di sampaikan secara tertulis kepada kepengurusan yang baru ” jelasnya.
Taufik mengakui, selaku Ketua DPC PERADI Pangkalpinang sangat menyayangkan Muscab berjalan tidak kondusif.
Dikatakan Taufik, sebagai kaum intelektual dan sebagai penegak hukum, semestinya mengedepankan akal sehat dan integritas serta mampu memberi contoh dan menjadi contoh yang baik demi keberlangsungan organisasi ini kedepan bukan membuat suasana tidak kondusif.
” Rencana Muscab sudah direncanakan oleh panitia pertama di bulan Agustus 2022, digeser ke Oktober lanjut geser lagi ke Desember akhirnya pelaksanaan ke 21 Januari 2023, jadi ketidak hadiran saya dikarenakan sedang menjalani ibadah tersebut.” tegas Taufik.
Sebagai langkah kedepan mengingat Muscab di tunda sampai waktu yg tidak ditentukan, Taufik menjelaskan bahwa sesuai dengan AD/ART PERADI pihak DPN PERADI akan mengambil alih, karena kepengurusan dan masa jabatan habis pada tanggal 31 januari 2023.
Ini dilakukan, agar tidak terjadi kekosongan kepengurusan DPC PERADI Pangkalpinang, maka DPN PERADI segera menunjuk Plt ketua DPC PERADI Pangkalpinang yang baru untuk menjalankan organisasi sebagaimana mestinya serta bertugas mempersiapkan Muscab kembali agar kepengurusan depenitif segera terbentuk. (tras)






