Editor: Bangdoi Ahada
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM –– Pantai Pasir Padi mulai tak indah lagi. Kalimat ini mulai sering terdengar dari para pengunjung pantai kebanggaan masyarakat Pangkalpinang ini.
Jika pantai-pantai di tempat lain terus berbenah makin indah, berbeda dengan pasir padi, yang seakan tak teurus dan kurang perhatian Pemerintah.
“Biasalah Bang. Mungkin Pasir Padi ini tidak menjadi aset berguna lagi, jadi ya seperti inilah. Padahal yang main ke sini ribuan orang,” ujar Sana, salah satu pengunjung dari Selindung Kota Pangkalpinang.
Pantauan media ini, mulai dari pintu masuk Pasir Padi baik dari pintu masuk resmi maupun pintu masuk dari depan kelenteng, kondisi pasir padi mulai tak sedap dipandang.
Sepanjang jalan ribuan warung berdiri tampa ada pengaturan.
Keberadaan warung-warung ini telah merusak estetika Pasir Padi.
Tak jelas lagi mana area pantai mana area pasar makanan.
Sebagian besar warung justru sudah merangsak ke bibir pantai, sehingga makin membuat tak jelas lagi mana kawasan pantai.
“Saya lihat orang bebas bangun tenda warung, kami juga boleh dong,” tukas Sakan, salah seorang pemilik warung tenda di Pasir Padi.
Yang tidak kalah semrawutnya adalah parkir motor dan mobil
Sepanjang jalan dipakai oleh pemgunjung untuk memakirkan mobil dan motor mereka.
Tidak ada juru parkir yang mengatur dan menata mobil dan motor yang parkir. Padahal karcis masuk untuk parkir.
Jalan yang seharusnya menjadi akses untuk kendaraan menyusuri keindahan pantai, menjadi sempit dan membuat jalan menjadi macet.
Belum lagi ditambah para penjual yang menjajakan makanan di pinggir jalan, makin membuat suasana pantai bak bazar UMKM.
Ditambah lagi, pepohonan yang dulunya dijadikan area hijau dan menjadi area joging track, kini telah disulap menjadi area tempat makan.
Kursi-kursi plastik telah merebut peruntukkan area joging track.
Kondisi ini telah terjadi cukup lama dan seakan tidak ada perhatian dari pihak terkait, apakah itu dari Dinas Pariwisata maupun dinas terkait lainnya.
“Semrawut Bang. Lihat saja sepanjang jalan. Tidak ada penertiban atau paling tidak pengaturan, agar pantai ini terlihat lebih baik,” tukas Mur, pengunjung lainnya.
Sekarang ikon tulisan PANTAI PASIR PADI Pgk yang pernah berdiri kokoh ditengah-tengah area parkir Pantai Pasir Padi, kini telah roboh, meninggalkan besi karatan yang membahayakan pengunjung pantai.
Tak ada lagi ikon Pantai Pasir Padi, yang biasanya menjadi lokasi selfi maupun swafoto bagi pengunjung sebagai tanda bahwa mereka sudah sampai di pantai Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Papan ikon PANTAI PASIR PADI Pgk yang dibangun pada masa Walikota Maulan Aklil tersebut kini tinggal puing saja.
Tidak ada perhatian dari dinas terkait terhadap hal ini.
Papan ikon Pasir Padi ini, mestinya bukan sekedar papan nama, harusnya juga menjadi identitas dari Pantai Pasir Padi.
Apakah Pantai Pasir Padi akan menjadi indah kembali? Tergantung siapa yang memimpin Pangkalpinang nantinya. (Tras)













