Oleh: Meilanto
Penulis, Pegiat Sejarah dan Budaya Bangka Tengah
BANGKATENGAH, TRASBERITA.COM — Siapapun yang berkunjung ke Pantai Tanjung Berikat akan berdecak kagum.
Pantai ini berjarak 116,4 km dari Pangkalpinang dan 59,4 Km dari Koba.
Jauhnya perjalanan tersebut akan terbayar setelah tiba di pantai ini.
Di ujung pemukiman penduduk Dusun Tanjung Berikat, berdiri megah sebuah tugu perjuangan mengenang pertempuran para TKR dan rakyat melawan tentara NICA di Tanjung Berikat.
Pantai Tanjung Berikat berpasir putih halus.
Di beberapa bagian, batu-batu granit berukuran raksasa menjadi pemandangan yang sayang untuk dilewatkan.
Tidak jauh dari bibir pantai teronggok batu granit berukuran sangat besar.
Apabila air sedang surut, batu tersebut bisa didatangi dan sering menjadi spot memancing.
Air laut yang masih alami berwarna biru dan Bukit Tanjung Berikat dengan gagahnya berwarna hijau menandakan hutan di bukit tersebut masih alami.
Keindahan pantai Tanjung Berikat pernah dilukiskan oleh J.J. Geelhoed pada tahun 1854.
Lukisan tersebut berjudul Tandjong Brikat (Bangka, 1854) Door J.J. Geelhoed. 1821-1880.
Lukisan ini dimuat di buku yang berjudul De ontdekking van Tin op het eiland Biiliton yang ditulis oleh Bert Manders pada halaman 4-5. Buku itu diterbitkan tahun 2010 oleh KIT Publishers-Amsterdam.
Pada lukisan tersebut terlihat Pantai Tanjung Berikat dengat batu-batu granit berukuran raksasa dengan pasirnya yang putih.
Lukisan tersebut dilengkapi dengan pewarnaan yang membuatnya lebih menarik.
Terlihat tiga orang sedang berdiri di pasir putih.
Satu orang nampaknya warga pribumi bertelanjang dada menunjuk ke salah satu batu granit berukuran besar bergerigi seperti batu belimbing, sedangkan dua orang sepertinya nonpribumi (mungkin orang Belanda), satu berdiri di belakang warga pribumi dan satunya lagi berjarak agak jauh.
Nonpribumi tersebut memakai topi dengan baju kebesaran dan memegang sebuah tongkat.
Dalam buku tersebut juga terdapat lukisan Orang darat van Bangka yang juga dibuat oleh Johannes Jeremia Geelhoed.
Lukisan tersebut hanya terdapat keterangan Orang Darat van Banka Door Johanes Jeremia Geelhoed, 1821-1880.
Dalam lukisan tersebut terlihat seorang laki-laki memegang sebilah parang, suyak di belakang dengan tali diselempangkan ke bahu sebelah kanan.
Baju yang dikenakan sangat sederhana tidak berkancing dan hanya seperti rompi. Mengenangkan tutup kepala seperti kupluk.
Tidak bercelana, dan terdapat alat penutup kelamin seperti terbuat dari kain berumbai-rumbai atau dari daun-daunan.
Tidak mengenakan alas kaki. Apakah benar lukisan tersebut menggambarkan orang darat Bangka seperti yang dibuat oleh J.J. Geelhoed?
Untuk membuktikannya perlu kajian dan penelitian yang lebih mendalam.
Pantai Tanjung Berikat sangat potensial apabila dikembang lebih serius lagi.
Pantai dengan batuan granit besar, pasir halus dan lautnya yang perawan bisa menjadi salah satu destinasi wisata bahari di Kecamatan Lubuk Besar khususnya dan Bangka Tengah serta Bangka Belitung umumnya.
Jika ke pantai ini silakan membawa pukat untuk menambah sensasi berwisata.
Di salah satu sudut pantai ini pernah dijadikan shooting film Mentari Dari Kurau, sebuah film yang turut mempromosikan wisata bahari Bangka Tengah lebih luas.
Jika pandangan di arah ke arah lauh, dari kejauhan terlihat sebuah pulau dengan bentuk mengerucut seperti sebuah bukit.
Ya, pulau itu adalah pulau Kelasa. Sebuah pulau yang berada jauh di selat Karimata.
Pulau Kelasa bisa menjadi salah satu objek wisata dengan airnya yang jernih bisa digunakan untuk snorkeling. (*/tras)



