Editor: Bangdoi Ahada
PAYUNG, TRASBERITA.COM –Pemerintahan Desa (Pemdes) Paku belum melunasi hutang proyek pembangunan Kantor Desa Paku.
Proyek senilai Rp 780 an juta ini, masih terutang sekitar Rp 150 an juta kepada kontraktor pembangunan Kantor Desa Paku.
Sementara itu Kepala Desa (Kades) Paku, Bahtiar Efendi tak mau menjawab detil alias bungkam saat dikonfirmasi soal piutang yang belum dibayar tersebut.
Kades Bahtiar hanya menjawab bahwa hutang ratusan juta tersebut bukan hutang pribadinya.
“Bukan pribadi saya yang berutang, tapi pembayaran uang kantor desa, yang dana untuk tahun 2023 ini belum cair sepenuhnya,” ujar Kades Bahtiar.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait hutang kegiatan pembangunan gedung Kantor Desa Paku Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yang dikerjakan pada tahun 2020 lalu tersebut, Bahtiar tidak menjawab lagi.
Konfirmasi yang dikirim sejak Senin (11/4/2023), hingga berita ini dinaikkan tidak dijawab oleh Bahtiar.
Padahal handphone Kades Paku yang akan berakhir masa jabatannya akhir tahun ini tersebut sedang aktif.
Untuk mendapatkan penjelasan terkait hutang Pemdes Paku ini, Tim Journalis Babel Bergerak (Jobber) mendatangi Kantor Desa Paku, Rabu (12/4/2023) siang.
Tim Jobber bertemu Sekdes Paku Reta. Kepada Tim Jobber, Sekdes Paku Reta mengakui bahwa Pemdes Paku masih terutang ratusan juta kepada Sunfo, kontraktor pembangunan Kantor Desa Paku tahun 2020 lalu.
Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sekdes Reta berjanji pihaknya akan melunasi hutang kepada kontraktor pada tahun 2023 ini.
“Sudah kami anggarkan dan kami usulkan ke Pemkab Bangka Selatan. Untuk tahun ini sudah kami anggarkan seluruh sisa hutang. Kini tergantung Pemkab Basel kapan cairnya anggaran kami tahun 2023 ini,” ujar Reta. (JB/TRAS)














