Pemkab Bangka Barat: Dari Ruang Paripurna ke Harapan Rakyat, Komitmen Pembangunan Dipertegas di Tengah Tantangan Zaman

Bupati Bangka Barat dan ketua DPRD Bangka Barat bersama wakil ketua Bangka Barat melakukan penyerahan Laporan Kegiatan Penangung Jawaban (LKPJ) Tahun 2025.

MENTOK, TRASBERITA.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menegaskan komitmen kuatnya untuk membangun daerah secara transparan, partisipatif dan berkelanjutan dalam Rapat Paripurna DPRD terkait penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025. Dalam forum tersebut, Bupati Bangka Barat, Markus, S.H., menghadirkan narasi yang tidak hanya formal, tetapi juga sarat makna tentang arah masa depan daerah.

Bacaan Lainnya

Mengawali sambutannya, Makus menyampaikan refleksi yang lebih dalam tentang makna forum tersebut.

“Rapat paripurna ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ini adalah ruang evaluasi bersama, ruang kejujuran, sekaligus ruang untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang kami ambil benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujarnya dengan nada tegas, Kamis (30/4/2026).

Ia menekankan bahwa LKPJ bukan hanya laporan administratif, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral pemerintah kepada rakyat.

“LKPJ ini adalah cermin kinerja kami selama satu tahun. Di dalamnya terdapat capaian, kekurangan, bahkan kritik yang harus kami terima dengan terbuka. Karena pada hakikatnya, jabatan ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara administratif, tetapi juga secara etis kepada masyarakat Bangka Barat.” ungkap Markus di dalam ruang Rapat LKPJ.

Dalam penyampaiannya, Bupati juga menyoroti pentingnya rekomendasi DPRD sebagai instrumen perbaikan nyata.

“Kami tidak memandang rekomendasi DPRD sebagai formalitas. Setiap catatan, setiap koreksi adalah bahan bakar bagi kami untuk bekerja lebih baik. Kami pastikan seluruh rekomendasi akan ditindaklanjuti secara sistematis, terukur, dan berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.” tambahnya.

Nada pidato kemudian menguat ketika ia berbicara tentang tantangan pembangunan.

“Kita harus jujur, masih banyak persoalan yang belum terselesaikan. Masih ada ketimpangan pembangunan, masih ada persoalan sosial dan masih ada harapan masyarakat yang belum sepenuhnya terjawab. Namun, justru di situlah letak tanggung jawab kita untuk tidak berhenti bekerja dan terus memperbaiki diri.” tuturnya.n

Bupati juga menekankan bahwa arah pembangunan ke depan harus lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Perencanaan pembangunan tidak boleh lagi bersifat satu arah. Kita harus membuka ruang partisipasi yang lebih luas. Kita harus mendengar, memahami, dan merespons kebutuhan masyarakat secara nyata. Karena pembangunan yang baik adalah pembangunan yang lahir dari aspirasi rakyat.” tekan Markus, dalam pidatonya.

Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kepercayaan publik.

“Kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama pemerintahan. Tanpa kepercayaan, kebijakan tidak akan berjalan efektif. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi, memperbaiki tata kelola, dan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan untuk kepentingan rakyat.” ungkap Markus dengan tegas.

Dalam suasana yang penuh penekanan kolaborasi, Bupati mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. DPRD, Forkopimda, perangkat daerah, hingga masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya. Pembangunan bukan kerja satu pihak, melainkan kerja bersama yang harus dijaga dengan semangat gotong royong.” harapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada DPRD dan seluruh pihak yang terlibat.“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota DPRD yang telah bekerja keras menyusun rekomendasi ini. Ini adalah bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membangun daerah.” ungkap dengan nada penuh apresiasi Kepada seluruh stakeholder.

Menutup sambutannya, Markus menyampaikan harapan yang kuat terhadap masa depan Bangka Barat.

“Kami percaya, dengan sinergi yang terus terjaga, dengan komitmen yang tidak pernah surut, serta dengan kepercayaan masyarakat yang terus kita rawat, Bangka Barat akan mampu menghadapi setiap tantangan dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.” tutupnya dengan harapan masa depan Bangka Barat menuju negeri sejiran setason.

Rapat paripurna itu pun tidak sekadar menjadi forum formal, tetapi menjelma menjadi ruang narasi tentang harapan dan tanggung jawab. Dari pidato yang disampaikan, tergambar bahwa pembangunan Bangka Barat bukan hanya tentang angka dan program, melainkan tentang manusia, kepercayaan dan masa depan yang sedang diperjuangkan bersama. (Tras)

Pos terkait