Pemkab Basel Akan Bangun 30 Akses Jalan Pertanian

TOBOALI, TRASBERITA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel) menganggarkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kurang lebih sebesar Rp 5 miliar, untuk membantu program jalan pertanian di wilayah Kabupaten Bangka Selatan.

Anggaran 5 miliar yang dikelolah oleh Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Basel yang akan diperuntukan pada pembangunan jalan pertanian sebanyak 30 akses jalan yang di Basel, guna meningkatkan produktivitas dan usaha pertanian semakin berkembang.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala DPPP Risvandika menjelaskan dari total 30 akses jalan pertanian yang akan dilakukan pembangunan, terdiri dari 2 jalan usaha tani dan 28 jalan produksi.

“Semua pembangunan tersebut tersebar di desa Rias Toboali, Kecamatan Simpang Rimba, Kecamatan Pulau Besar, Kecamatan Air Gegas, Kecamatan Payung dan Kecamatan Pongok. Dengan dana 5 miliar dari APBD Tahun 2024 tersebut, rata-rata satu akses jalan akan mendapatkan sebesar Rp100 juta sampai Rp150 juta,” jelas Risvandika, Selasa (23/1/2024).

“Tujuan utama kami melakukan pembagunan tersebut adalah, untuk pengembangan sarana dan prasarana pertanian di daerah Basel. Karena, jalan pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan, serta pengelolaan hasil dari pertanian dalam mempermudah transportasi atau aksesibilitas ke lahan pertanian warga,” tambahnya.

Ia mengatakan, dari program jalan pertanian tersebut setidaknya dapat menekan biaya produksi pertanian supaya tidak terlalu mahal dan akan berdampak terhadap peningkatan hasil jual serta kesejahteraan para petani.

“Melalui bantuan maupun program yang selama ini telah diberikan pemerintah kepada para petani di wilayah Basel. Semoga, sektor pertanian dapat berkembang lebih baik dan berdaya saing,” kata Risvandika.

Risvandika berharap, kedepannya pertanian di Basel dapat menghasilkan produk unggulan yang bernilai ekonomis, guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Karena saat ini, Pemkab Basel bersama kelompok tani terus melakukan intervensi terhadap peningkatan sarana penunjang pertanian. Dengan keterbatasan SDM, kita saling melengkapi dengan petani terkait sarana dan prasarana pertanian yang bisa dibangun,” pungkasnya. (*/Tras)

Pos terkait