Penasaran Cerita Goresan Merah Batu Bukit Kepala, Rombongan Kabid Budaya Babel Taklukan Bukit Nenek

Berita tentang goresan yang menghiasi batu cadas di Bukit Batu Kepale Desa Gudang, telah membuat penasaran Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Pemuda Olahraga Provinsi Babel Engkus Kuswenda SPd dan rombongan, yang akhirna naik ke Bukit Nenek di Desa Gudang Kecamatan Simpang Rumba Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (1/12/2021). (kulul/tras)

Penulis :Kulul Sari

SIMPANGRIMBA, TRASBERITA.COM — Berita tentang goresan yang menghiasi batu cadas di Bukit Batu Kepale Desa Gudang, telah membuat penasaran Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Pemuda Olahraga Provinsi Babel Engkus Kuswenda SPd.

Bacaan Lainnya

Ternyata Engkus tidak sendirian, ikut bersamanya ke Desa Gudang antara lain Kasi Sejarah Cagar Budaya dan Museum Taufik Hidayat SSos MHum, Analis Sumber Sejarah Christina Manggareta SAP, Pengelola Cagar Budaya Noprini AMd dan Chandra Susilo, Staf Kebudayaan dari Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Untuk menuntaskan dan memuaskan rasa penasaran tersebut, pada Rabu (1/12/2021), mereka berangkat dan melakukan eksplore ke Bukit Nenek dan Bukit Batu Kepale.

Engkus dan rombongan di dampingi para anggota Bekaes Budaya Bangka Belitung, Perangkat Desa Gudang dan Pokdarwis Bukit Nenek.

Rasa penasaran yang begitu kuat, membuat rombongan dari Disbudparpora Babel ini merasa tertantang untuk menguji adrenalin menaklukkan tingginya Bukit Nenek.

Cukup lama perjalanan yang harus ditempuh, karena jalannya yang terjal dan aral lain yang selalu merintangi perjalanan Engkus dan rombongan.

Belum sampai pertengahan perjalanan, Engkus Kuswenda sudah berniat untuk membatalkan hingga puncak dan mengajak langsung ke objek yang diduga cagar budaya.

Namun dengan dorongan dari rekan-rekan yang mendampingi, akhirnya tercapai juga niat untuk menaklukkan tingginya puncak Bukit Nenek.

“Ternyata untuk menaklukkan tingginya Bukit Nenek, harus benar-benar sehat. Dan saya sangat terkesan dengan pendakian ini. Dan bagi pandaki yang berniat untuk menaklukkan Bukit Nenek, jangan khawatir guide nya sudah ada, hehehe”, ujar Engkus Kuswenda saat berkesempatan mengobrol dengan media ini.

Setelah puas menikmati indahnya pemandangan di sekitar Bukit Nenek, serta mengabadikan momen-momen dengan camera handphone, petualangan dilanjutkan ke Bukit Batu Kepale, bukit yang menjadi tujuan utama dari Dikdisbudparpora.

Pasalnya di bukit ini terukir goresan prasejarah yang sangat berguna bagi ilmu pengetahuan.

Tentang lukisan di batu cadas ini, Engkus merasa sangat penasaran, sehingga meringankan kakinya untuk langsung ke Bukit Batu Kepale,

“Ini merupakan temuan yang diduga pada masa prasejarah, masa sebelum dikenal adanya tulisan, huruf dan angka, ini merupakan temuan yang sangat berarti”, ungkap Engkus.

Dengan adanya temuan ini, Engkus Kuswenda berharap agar seluruh masyarakat punya kewajiban untuk menjaganya, melindunginya, memeliharanya agar tidak rusak dan tidak hilang.

Fungsinya adalah untuk melacak peristiwa pada masa lalu.

Setelah puas melihat serta mengabadikan goresan yang berada di Goa Bukit Batu Kepale, Kepala Bidang Kebudayaan ini sempat menitip pesan agar masyarakat sama-sama menjaga anugerah yang telah nyata ini, terutama kepada pengunjung yang datang melihat goresan tersebut.

“Kepada para masyarakat, terutama pengunjung, tempat ini harus ada yang mengelola, pengunjungnya harus diatur. Pengelolaanya harus ada kerjasama, terutama dengan masyarakat, BKSDA, Lingkungan hidup dan lain-lain yang terlibat”, pungkasnya. (TRAS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *