Penyak dalam Peta Kuno Abad 18 Masehi

Oleh : Meilanto
Penulis, Pegiat Sejarah dan Budaya Bangka Tengah
BANGKATENGAH, TRASBERITA.COM — Mengutip tulisan Akhmad Elvian dalam Distrik Kubak atau Koba bagian tiga, dalam beberapa peta kuno abad 18 masehi, kampung “Penyak” umumnya ditulis dengan “Penja” atau Penjieak”.

Toponim Penja adalah berasal dari nama ikan Penja (Gobioidea) yaitu sejenis ikan berukuran kecil yang hidup bergerombolan dengan ukuran sekitar 1 hingga 2 cm yang banyak terdapat di perairan lokasi geografis laut pesisir Timur Pulau Bangka.

Bacaan Lainnya

Ikan Penja sekilas nampak seperti ikan teri, namun saat dilihat secara seksama bentuknya berbeda.

Ikan Penja sering juga disebut dengan ikan Seribu. Ikan ini juga sering diolah dengan cara diasinkan dan dkeringkan seperti ikan teri.

Penyebutan Penja menjadi Penyak seperti sekarang karena pembacaan berdasarkan ejaan yang telah diubah.

a. Peta Kaart van het Eiland Banka zamengesteld in 1845 en 1846 door H.M. Lange. Pada peta ini, Penyak tertulis Penjieak.

Sebelah tenggara terdapat Gontong, sebelah barat laut terdapat Koerouw.

Kampung ini berada di pesisir pantai timur Bangka bagian tengah. Juga terlihat jelas Tg. Penjieak (Tanjung Penyak).

b. Kaart van het Eiland Banka (cartographic material) volgens de topograhische opneming in de jaaren 1852 tot 1855.

Dalam peta ini Penyak tertulis “Penja”. Dalam peta karya L. Ullman ini sudah sangat bagus dan terlihat pembagian-pembagian distrik.

Garis batas antardistrik ditandai dengan garis tebal berwarna biru muda dan Penja termasuk ke dalam distrik Koba.

Penja terletak diantara Koeroam dan Trentang.

c. Overzichtskaart van het gewest Banka en Onderhoorigheden tahun 1898.

Dalam peta ini Penyak yang saat ini kita kenal ditulis dengan Penjak dan telah menjadi sebuah kampung (ditandai dengan tanda lingkaran hitam).

Di pesisir pantai terdapat T. Penjak (Tanjung Penyak) dan garis pantai zandstrand (berpasir) serta Kg. Penjak (karang Penyak). Arah ke Terentang 3 terdapat Aik Penja.

d. Boelang (D D 30,34)

Dalam peta ini menggambarkan topografi Desa Penyak. Dalam peta yang diterbitkan di Batavia tahun 1932 ditulis “Penjak”.

Dalam peta dengan kode D D 30,34 tidak terlihat masjid dan TPU.

Jalan raya sudah diverharde weg (berasapal).

Di tengah pemukiman penduduk arah selatan atau barat terdapat jalan setapak yang mengarah ke Kk. Daeng (Kelekak Daeng).

Kelekak Daeng berada di sisi timur Sungai Kurau. Di sisi kiri dan kanan jalan menuju ke kelekak Daeng banyak regematig aangeledge pepertuinen (kebun lada).

Selanjutnya, di kanan jalan raya menuju ke Terentang terdapat jalan setapak yang mengarah ke perkebunan lada dan terdapat bukit dengan ketinggian 17,7.

Penjak berada di pesisir Zuid-Chineesche Zee (Laut Cina Selatan) dan terdapat tanjung di sebelah kiri jalan yang bersetentangan / sejajar dengan bukit.

Sungai Kurau terdiri dari beberapa anak sungai diantaranya Air Melangsat, Sungai Simpang, Sungai Saboet yang berhulu di Sungai Bemban, Sungai Kaboeng, Sungai Sisil dan Sungai Kepoh.

Terlihat jelas, Boelang merupakan sebuah Kampung (berwarna hijau) yang merupakan bagian dari Penjak.

Jalan menuju ke Bulang melalui jalan niet verharde weg yang mentok di sungai Kurau.

Diduga warga menggunakan sarana transportasi sungai (perahu) karena tidak ada jalan setapak yang menuju ke Bulang.

Disisi sungai (dekat kampung Bulang) terdapat jalan setapak (voetpad) yang mengarah ke pemukiman penduduk.

Di sekitar pemukiman terdapat kebun sahang (Regelmatig aangeledge pepertuinen) yang sangat luas.

Selanjutnya jalan setapak terus menuju ke Ladang. tijdelijke nederzettingen met droge rijstvelden/ maksudnya pondok di lahan ume).

Di sisi kiri Sungai Kurau terdapat Kelekak Terap dengan houtzagerij (pabrik kayu).

Pabrik kayu terletak di moeras (tanah berawa-rawa/ Daerah Aliran Sungai).

Empat buah bangunan yang juga terbuat dari kayu.

Tidak jauh dari empat bangunan tersebut ada jalan setapak yang menuju ke chineesche graven (pendam Cin).

Jika memperhatikan peta topografi tersebut, memang sangat memungkinkan adanya pabrik kayu mengingat hutan rimba (bosch) yang sangat luas, kreupelhout (semak belukar) dan tidak ada bekas tambang timah sehingga memudahkan bahan baku. Diduga pabrik kayu tersebut milik orang Cina karena tidak jauh dari pabrik terdapat pendam Cina.

Penyak termasuk ke dalam wilayah onderafdeling Zuit Bangka (wilayah Bangka bagian selatan).

Adapun batas alam berupa aliran Sungai Kurau sisi kanan (onderafdelingensgrens) yang termasuk ke dalam wilayah onderafdeling Pangkalpinang.

Saluran telepon telah dipasang dari Pangkalpinang sampai ke Penyak di Km. 44 bahkan lebih jauh lagi (Een telefoonlijn loopt langs den weg Penjak-km 44en verder oostwaarts). (tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *