Penulis : Yulia
PANGKALPINANG , TRASBERITA.COM –Tahun 2023, salah satu fokus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah terkait jasa keuangan syariah, sehingga Bursa Efek Indonesia (BEI) juga sudah meluncurkan beberapa produk syariah seperti reksadana syariah, saham syariah, sukuk sebagai obligasi syariah, vilan tropi, seperti zakat saham, infaq saham dan wakaf saham dan sebagainya. Sehingga bagi masyarajat muslim di Babel yang ingin berinvestasi dan mencari keberkahannya, halalnya dan sebagainya, maka bisa mengambil produk-produk syariah tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bursan Efek Indonesia Bangka Belitung, Fahmi Alkahfi saat bersilaturahmi dengan para insan media se Babel, Jumat(14/04/2023) sore di Restoran Gale-Gale Pangkalanbaru.
Ia menjelaskan, saat ini BEI bergerak bersama OJK dan pemerintah dalam tim percepatan akses keuangan daerah dan satgas waspada investasi yang fokus melindungi masyarakat agar terhindar dari investasi bodong.
“Ketika edukasi terkait pengelolaan ini tersampaikan ke masyarakat dengan baik, maka semoga masyarakat kita ke depan pun akan lebih bijak dalam mengelola keuangannya,” ujar Fahmi
Di tahun 2023, BEI Babel masif memfokuskan diri pada literasi keuangan sesuai dengan Perpres No.114 tahun 2020 Strategi Nasional Keuangan Inklusif yang juga diarahkan presiden untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait keuangan konvensional maupun syariah.
”Makanya BEI juga menjalin kerjasama dengan pemerintah provinsi / kabupaten / kota untuk meningkatkan literasi keuangan, khususnya terkait dengan bidang investasi, karena selama ini banyak penipuan-penipuan berkedok investasi dan merugikan masyarakat. Sehingga tadinya keinginan masyarakat untuk berinvestasi tinggi, sudah mengumpulkan modal banyak, namun wahananya salah dan membuat cita-cita yang diharapkan sebagai tabungan masa depan, tapi nyatanya malah merugi.
”Alhamdulilah di Babel sudah berjalan dan peminat di syariah ini cukup tinggi untuk pertumbuhan pasar modal syariah terutama saham-saham syariah yang kemarin sudah teruji pada saat pandemi covid-19 dan bahkan mungkin lebih tahan banting dibandingkan saham-saham non syariah, apalagi memang karakter masyarakat kita ini cukup religius,” ujar Fahmi.
Sehingga masyarakat, lebih tertarik memilih produk-produk saham syariah, tercatat sampai dengan Desember 2022 mendominasi di angka 60 persen investor telah melirik ke pasar modal syariah, karena potensinya juga cukup besar.
BEI juga bekerjasama dengan kalangan dunia pendidikan, diberbagai SMA/SMK melalui Galeri Investasi Edukasi yang terkait masalah pengelola keuangan sejak dini. Demikian juga dengan Politeknik Manufaktur (Polman) Sungailiat, Universitas Bangka Belitung, Atma Luhur Pangkalpinang, IAIN SAS Babel, IBEK, Pertiba dan Politeknik Belitung. Termasuk dengan sejumlah OPD pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan literasi pasar modal syariah maupun konvensional. (tras)














