Penulis: Ma’ruf
TRASBERITA.COM — Sempat viral pesan teks di grup -grup WA, kutipan nasehat yang menyebut sumbernya dari seseorang yang bernama Sayyid Musa As-Shadr.
Pesan itu dikirim berulang -ulang dari grup wa maupun media sosial lainnya.
Pesan berisikan tentang keutamaan Malam Lailatul Qadar yang sangat besar dalam agama Islam, dan umat Muslim tidak dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, i’tikaf dan zikir hanya di masjid saja pada malam itu.
Adapun pesan Sayyid Musa As-Shadr;
Janganlah kalian mencari malam Laylatul Qadr di antara pilar-pilar Masjid saja!
Carilah malam itu di antara ayahmu, ibumu, saudaramu dan saudarimu!
Carilah malam itu di dalam bersilaturahmi, mengenyangkan perut orang faqir serta memberikan mereka pakaian!
Carilah malam itu dengan memberi kesejahteraan kepada dia yang ketakutan, dengan memberantas kezaliman, menjamin kehidupan yatim, dan menolong orang yang sakit sampai sembuh!
Carilah malam Laylatul Qadr di dalam keridhaan Tuhan terhadapmu, dengan mencabut dosa beserta akar-akarnya, dan dengan merubah jiwa ini menjadi jiwa yang Muthma’innah!
Sayyid Musa As-Shadr
Siapakah Sayyid Musa As-Shadr? pesannya begitu kuat dan mendalam, sehingga beredar luas di grup percakapan WhatsApp.
Imam Musa As-Sadr lahir pada 14 Khurdad tahun 1307 H bertepatan dengan 4 Juni 1928 M di kota Qom, Iran.
Ayahnya bernama Ayatullah Sayyid Sadruddin Sadr, salah seorang marja atau mufti agung.
Di samping kesibukannya belajar mengajar, tokoh Syi’ah itu see juga menempuh pendidikan formal. Ia menyelesaikan jenjang SMA, lalu melanjutkan ke Universitas Teheran lulus pada tahun 1953 sebagai sarjana dengan skripsi berjudul “Hak-hak dalam Ekonomi”.
Pada tahun 1975 dan satu tahun sebelum gerakan Fath Palestina berdiri, Imam Musa Sadr berupaya mengubah pola hidup konsumtif masyarakat Lebanon menjadi masyarakat yang kuat dan tangguh terhadap agresi zionisme Israel.
Tepatnya 25 Agustus 1978 di akhir agenda kunjungannya ke negara-negara Arab, Imam Musa Sadr terbang ke Libya atas undangan Mu’ammar Qaddafi. Namun, setibanya di sana, ia diculik pada 31 Agustus 1978. (Tras)







