PMII Aksi Telanjang Dada, Ketua DPRD Babel: Kami Juga Empati Atas Kenaikan BBM

Penulis : Adiyos

PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM –Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se Babel Menggelar aksi berupa telanjang dada dan menduduki kursi Ruang Rapat Utama DPRD Babel pada Hari Jum’at 9 September 2022.

Bacaan Lainnya

Keputusan Pemerintah atas kenaikan harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu mendapat sambaran kritikan dari berbagai kalangan khususnya mahasiswa.

Instruksi PB PMII pusat menjadikan acuan untuk melakukan aksi tolak harga BBM pada Senin (5/9).

Aksi yang dilakukan PMII Babel yang sebelumnya direncanakan pukul 13.30 mengalami keterlambatan dikarenakan faktor cuaca yakni hujan, sehingga pihaknya melakukan aspirasi pada pukul 15.00 wib.

Meski diterpa dinginnya hujan para peserta aksi tetap meneriakan Tokak Kenaikan BBM dengan lantang dengan telanjang dada.

Ketua PC PMII Babel Charles Swarda mengatakan aksi telanjang dada merupakan bentuk perwakilan kekesalan masyarakat terhadap pemerintah semena-mena terhadap keputusan naiknya harga BBM bersubsidi.

Telanjang dada ini sebagai bentuk kekesalan kami terhadap keputusan kenaikan harga BBM” Kata Charles.

Charles menambahkan pihaknya sudah melakukan konsolidasi mendalam terkait harga BBM yang naik. Dalam hal ini juga, Charles meminta kepada DPRD Babel untuk menyampaikan secara langsung ke pemerintah pusat atas tuntutannya.

Tentunya kami sudah melakukan pembahasan diskusi terkait kenaikan harga BBM, Semoga saja DPRD Babel dapat menyampaikan langsung ke pemerintah” Ujarnya.

Menanggapi Aksi yang dilakukan Mahasiswa dari PMII tersebut Ketua DPRD Babel Fraksi PDIP Herman Suhadi menyampaikan juga bahwa dirinya juga merasa empati atas kenaikan harga BBM subsidi.

Menurut Herman pemerintah pusat sudah menghitung secara menyeluruh terhadap keputusan yang dibuatnya.

“Saya juga empati terhadap masyarakat atas kenaikan BBM ini. Mungkin, Pemerintah pusat sudah perhitungkan. Mungkin Ya ini” Pungkas Herman ditengah aksi yang dilakukan.

Adapun tuntutan PMII se Babel terkait tuntutan tolak naiknya harga BBM.

1. Menolak segara tegas tindakan kenaikan harga BBM bersubsidi.
2. Mendesak pemerintah untuk menerapkan kebijakan tepat sasaran yang berorientasi pada subsidi orang bukan subsidi barang.
3. Mendesak pemerintah melalui polri untuk melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi serta secara tegas dalam memberantas sindikat mafia BBM.

4. Mendesak pemerintah untuk membuat kebijakan skema pembatasan per hari konsumsi BBM bersubsidi secara transparan.
5. Mendesak pemerintah untuk membuka partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan distribusi BBM bersubsidi.(tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *