Suasana pembukaan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 pada Kamis (12/3), di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta. Pembukaan posko ini dihadiri oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung (keempat dari kiri), Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Periode RAFI 2026, Erika Retnowati (keempat dari kanan), Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar (kedua dari kanan), Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, M. Rizwi Jilanisaf Hisjam (ketiga dari kanan), Kepala Pusat Air Tanah dan Tata Geologi Tata Lingkungan, Agus Cahyono Adi (kedua dari kiri), Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas (ketiga dari kiri), Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo (kanan), dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri (kiri).
JAKARTA, TRASBERITA.COM – Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 resmi dibuka oleh Kementerian ESDM di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta, Kamis (12/3). Pada kesempatan tersebut, PT PLN (Persero) menyatakan kesiapannya dalam menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung mobilisasi masyarakat melalui penguatan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa Posko Nasional RAFI 2026 yang berlangsung mulai 12 hingga 31 Maret 2026 ini berfungsi sebagai pusat informasi dan koordinasi untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia secara memadai serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Untuk kelancaran posko Ramadan dan Idulfitri ini, yang utama itu adalah bagaimana keselamatan dan kenyamanan masyarakat, tentu ini kita perlu pastikan. Dan juga energi secara cukup dan juga dapat diakses oleh semua pihak tanpa kecuali, ini jadi bagian pengawasan yang kita lakukan,” tegas Yuliot.
Sementara itu, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM RAFI 2026, Erika Retnowati menegaskan bahwa dengan sinergi yang apik antar seluruh _stakeholder_ di sektor ESDM, berbagai hambatan maupun kendala dapat diantisipasi sejak awal dan ditangani dengan lebih cepat serta efektif.













