PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), Advokasi, dan Sosialisasi dalam rangka upaya pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) tahun 2026, Selasa (14/4). Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, menegaskan bahwa pembangunan kesehatan harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai komponen penting.
“Pembangunan kesehatan harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai komponen, mulai dari upaya kesehatan, pembiayaan, sumber daya manusia, hingga manajemen dan informasi kesehatan,” ujar Efrianda dalam sambutannya.
Ia menambahkan, seluruh komponen tersebut harus saling berkaitan dan berjalan beriringan dengan memperhatikan dinamika kependudukan serta perkembangan epidemiologi penyakit.
“Seluruh komponen ini harus saling berkaitan dan berjalan beriringan dengan memperhatikan dinamika kependudukan serta perkembangan epidemiologi penyakit,” lanjutnya.
Menurutnya, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit mencakup berbagai langkah strategis, seperti imunisasi, skrining atau deteksi dini, edukasi perilaku hidup sehat, serta pengendalian faktor risiko.
“Langkah-langkah ini penting untuk menekan angka penyakit menular seperti TBC dan HIV/AIDS, serta penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Bangka Tengah juga terus mendorong penguatan upaya promotif dan preventif melalui advokasi, komunikasi, dan mobilisasi sosial di seluruh jejaring pelayanan kesehatan.
“Penguatan surveilans epidemiologi dan manajemen penanggulangan masalah kesehatan juga menjadi perhatian utama,” katanya.
Namun demikian, Efrianda mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 masih terdapat sejumlah indikator program yang belum mencapai target.
“Masih ada beberapa indikator yang belum optimal, seperti skrining usia produktif, skrining HIV, cakupan penemuan dan pengobatan TBC, serta cakupan imunisasi,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya rakor ini sebagai momentum evaluasi sekaligus penguatan koordinasi.
“Melalui rakor ini kita tidak hanya melakukan evaluasi, tetapi juga meningkatkan koordinasi dan integrasi program agar target tahun 2026 dapat tercapai secara optimal,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi dalam forum tersebut dengan menyampaikan berbagai kendala di lapangan serta memberikan solusi yang konstruktif.
“Silakan sampaikan apa yang perlu diperbaiki, dipertahankan, dan ditingkatkan ke depan. Kita harapkan forum ini benar-benar menghasilkan langkah konkret,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berharap kinerja program kesehatan semakin meningkat dan mampu memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat. (Tras)







