Ratusan TI Pesta Pora di Kawasan Manunggal Ekowisata Bangka Tengah

Manunggal Ekowisata ini terletak di Desa Belilik Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (tras)

Editor: bangdoi ahada
BANGKATENGAH, TRASBERITA.COM — Ratusan Tambang Inkovensional (TI) beragam jenis dan type sedang berpesta pora di lahan Manunggal Ekowisata di Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Deru mesin seakan bersahutan dari lubang camui yang satu dengan lubang camui yang lainnya, yang banyak tersebar di kawasan seluas ratusan hektar tersebut.

Bacaan Lainnya

Terik matahari yang membakar kulit bukan halangan bagi warga yang mencari bijih timah di kawasan yang ditulis pada gapura masuk sebagai EKOWISATA.

Entah apa maksudnya tulisan ekowisata yang tertulis dengan huruf besar berwarna kuning berlatar hijau di gapura masuk kawasan ini.

Pasalnya, saat kita melewati gapura yang terbuat dari rangkaian besi baja tersebut, yang ada hanya padang pasir berwarna putih, yang dihiasi dengan kolong-kolong kecil maupun besar sepanjang mata memandang.

Matahari yang menyinari lokasi tersebut seakan memantul dari pasir-pasir putih yang menghampar seluas kawasan ekowisata ini.

Semakin memasuki lokasi Manunggal Ekowisata ini, kita akan semakin banyak menemui aktivitas tambang.

Ada TI Sebu, TI Upin-Upin, TI User-suer, TI Rajuk dan beragam jenis TI lainnya.

Bagaikan adanya kenduri, para pekerja di lokasi ini terus berpacu dengan terik matahari menyedot pasir dan lumpur.

Di beberapa sisi, masih terlihat air yang jernih, yang belum ternoda oleh aktivitas TI.

Hanya saja, karena di sisi kolong ini tidak ada tumbuhan, membuat suasana di sekitar kolong menjadi panas.

Tidak ada tempat berteduh ketika kita memasuki kawasan Manunggal Ekowisata ini.

Lokasi yang diberi nama Manunggal Ekowisata ini tidak sesuai dengan nama yang disandang.

Secara teori Ekowisata atau Ekoturisme merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Sementara berbeda jika kita mengunjungi Manunggal Ekowisata, yang terlihat hanyalah hamparan pasir putih, lubang-lubang camui dan pesta rakyat berupa aktiviitas tambang inkonvensional.

Memang terlihat masih ada jejak-jejak reklamasi yang dilakukan oleh Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Bangka Tengah.

Pasalnya di sebaran lokasi Manunggal Ekowisata ini masih ada plang-plang nama pejabat dan instansi yang menjadi salah satu penanam pohon jenis buah-buahan, dan beberapa lagi jenis pohon pelindung pantai.

Saat tim media ini mengunjungi Manunggal Ekowisata, Selasa (10/5/2022), hampir 90 persen tumbuhan yang ditanam telah mati, sedangkan sisanya tidak tumbuh secara layak.

Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Tengah yang dikonfirmasi media ini menyebutkan bahwa kawasan Manunggal Ekowisata belum masuk sebagai Destinasi Wisata Baru Pemkab Bangka Tengah.

Menurut Staf Dinas Pariwisata Bangka Tengah, Wira Hadisurya, Manunggal Ekowisata merupakan program dari pihak BPDAS sebagai lokasi penanaman pohon yang dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk Korem 045 Garuda Jaya, beberapa waktu lalu.

Kawasan Manunggal Ekowisata masuk sebagai Kawasan Hutan Lindung Pantai.

“Lokasi ini belum masuk sebagai destinasi wisata baru Bangka Tengah. Kita selalu mendukung jika ada objek wisata baru, tetapi perlu adanya usulan dari komunitas atau masyarakat yang mengelolah objek wisata bersangkutan,” jelas Wira.

Sementara itu untuk Manunggal Ekowisata ini, kata Wira, pihaknya belum menerima usulan dari pihak manapun sebagai objek wisata baru.

“Untuk pengelolaan objek wisata tersebut ada dua kategori, bisa lahannya merupakan aset Pemkab Bateng, dan juga kawasan yang dikelolah langsung oleh masyarakat melalui komunitas seperti Pokdarwis. Sedangkan untuk Manunggal Ekowisata ini, karena lokasi ini masih berstatus Hutan Lindung Pantai, maka masih kewenangan pihak KLH,” ungkap Wira.

Diakui Wira, pihaknya memang sedang terus mengembangkan objek-objek wisata baru berkerjasama dengan masyarakat dan berbagai pihak.

Tujuannya tak lain agar objek wisata di Bangka Tengah akan semakin banyak dan makin beragam. (tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.