Respon Pernyataan Tokoh Senior Babel Terkait Penambangan Laut Merbau, Medi : Jangan Provokasi dan Mari Tabayun Ke Kami

Penulis : Milando

TOBOALI,TRASBERITA– Ramainya pemberitaan di media terkait pernyataan beberapa tokoh pejuang pembentukan provinsi Bangka Belitung (Babel) terkait rencana aktivitas Ponton Isap Produksi (PIP) di Laut Merbau, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yang akan dilakukan oleh CV Timor Ramelau menuai komentar dari sejumlah masyarakat Toboali.

Salahsatunya dari Medi Setiawan, warga Asli Toboali ini menyangkan pernyataan salahsatu tokoh pejuang pembentukan provinsi Babel yang sedikit bernada provokatif.

“Pertama-tama salam hormat saya untuk tokoh tokoh pembentukan Provinsi Babel dan terima kasih telah peduli dengan kondisi masyarakat Toboali khususnya kelurahan Tanjung Ketapang dan sekitarnya, ” katanya.

Akan tetapi, sambungnya alangkah lebih elok jika Tabayyun juga dengan masyarakat Tanjung Ketapang dan sekitarnya sebelum memberikan pernyataan untuk mengetahui bagaimana kondisi masyarakat dan apa alasan penolakannya.

“Jangan seolah olah kami anti investasi, malahan kami sangat terbuka untuk para investor yang ingin berinvestasi apalagi itu legal, ” katanya.

Namun, lanjutnya untuk urusan pertambangan laut tentu berbeda.Banyak dari masyarakat kelurahan Tanjung Ketapang seperti Batu perahu dan sekitarnya yang bekerja sebagai nelayan.

” Tentu, kami sebagai nelayan sangat berdampak langsung dengan adanya penambangan di laut Merbau.Laut Toboali termasuk Merbau yang rencananya akan ditambang selama ini menjadi tempat kami mencari nafkah, untuk biaya hidup sehari hari, ” katanya, Kamis (26/05/2022).

Diakuinya, bukan karena CV Timor Ramelau yang ditolak.Apalagi figur Hercules yang ditolak, akan tetapi aktivitas penambangan timah di laut yang ditolak.

” Penambangan timah di laut baik ilegal maupun legal semampu kami akan kami tolak.Selain laut menjadi tempat mencari nafkah penolakan aktivitas tambang laut tersebut kami tolak karena itu yang bakal diwariskan kepada penerus nantinya, ” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk lebih jelasnya mungkin bisa Tabayyun ke kelurahan Tanjung Ketapang untuk tau lebih rinci mengapa masyarakat menolak aktivitas pertambangan timah di laut Merbau.

” Barangkali ada solusi dari para senior pembentukan provinsi Babel tentang pro dan kontra penambangan timah di laut Toboali sehingga tidak terkesan memihak ke salah satu pihak, ” katanya.

Terakhir dirinya mengajak seluruh masyarakat Basel khususnya warga kelurahan Tanjung Ketapang dan sekitarnya serta para tokoh tokoh senior di Babel untuk tidak saling memprovokasi satu sama lain.(tras).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *