Penulis: Suryan Masrin dan Belva Al Akhab
BANGKA BARAT, TRASBERITA.COM — Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, SD Negeri 10 Mentok menghadirkan sebuah terobosan yang tidak hanya mengajarkan anak membaca buku, tetapi juga mengajarkan mereka membaca kehidupan.
Melalui kegiatan “Gebyar Literasi Gemini (GLG)” bertema “Gerakan Makan Ikan Sejak Dini”, SDN 10 Mentok menunjukkan bahwa sekolah bukan sekadar tempat mengejar nilai akademik, melainkan ruang tumbuh yang mampu membentuk karakter, kesehatan, kecintaan terhadap budaya, serta kesadaran sejarah generasi masa depan.
Kegiatan yang akan digelar di lingkungan sekolah tersebut menjadi salah satu program unggulan yang memadukan literasi, edukasi gizi, pendidikan karakter dan pelestarian sejarah lokal Bangka dalam satu rangkaian pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Kepala SDN 10 Mentok, Wanda Setiawan, M.Pd, mengatakan bahwa literasi tidak boleh dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi sebagai kemampuan memahami dunia, mengenali jati diri, serta membangun masa depan yang lebih baik.
“Anak-anak harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, sehat secara fisik dan kuat secara karakter. Karena itu kami mengintegrasikan budaya membaca dengan edukasi gizi melalui gerakan gemar makan ikan. Literasi dan kesehatan adalah fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul,” ujarnya.






