Serius Putuskan Rantai Corona, Pemkot Siapkan SKB untuk Tambahan Wisma Isoter Pasien Covid-19

Sekda Kota Pangkalpinang Radmida Dawam menggelar rapat koordinasi, guna mempersiapkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Jalan Kampung Melayu Bukit Merapin, untuk dijadikan sebagai Wisma Isoter pasien covid-19, Senin (23/8/2021). (ist)

Penulis: gustiranda

Editor: bangdoi

Bacaan Lainnya

PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM — Pemerintah Kota Pangkalpinang, menyiapkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Jalan Kampung Melayu Kelurahan Bukit Merapin, Kecamatan Gerunggang, sebagai lokasi isolasi terpusat (isoter) bagi pasien Covid-19.

Langkah Pemkot Pangkalpinang ini sebagai upaya untuk mengendalikan kasus dan memutus mata rantai penularan virus corona di Kota Pangkalpinang.

Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam menyampaikan, untuk isoter di SKB pihaknya menyiapkan 15 ruangan, dengan kapasitas maksimal 35 bed occupancy rate (BOR).

“Untuk isoter di SKB dalam proses persiapan rehab ada 15 ruangan kapasitasnya 35 bed atau BOR. Sedangkan untuk lokasi isoter di Eks Puskemas Girimaya 15 ruangan kapasitas 30 Bor atau tempat tidur,” kata Sekda, Senin (23/8/2021).

Kemudian, kata Radmida, aula SKB juga dapat dijadikan ruangan isoter, apabila ruangan yang sudah disiapkan belum mencukupi.

“Aula SKB juga bisa digunakan. Untuk saat ini sedang proses rehab di SKB, untuk saat ini kita masih menggunakan isoter di Eks Puskesmas Girimaya dulu,” ujarnya.

Sekda mengatakan, apabila isoter di SKB selesai direhab, akan segera digunakan bagi pasien Covid-19 dengan kategori gejala ringan.

“Jadi apabila selesai di rehab, maka Pemkot Pangkalpinang memiliki dua lokasi isoter, dengan total 30 ruangan dengan kapasitas 65 BOR atau tempat tidur. Kita berharap angka penyebaran Covid-19 di Kota Pangkalpinang terus mengalami penurunan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi menjelaskan, untuk kegiatan belajar di SKB tersebut untuk sementara ditiadakan.

Kemudian ruangan tersebut akan diberi jarak antara kelas dan isoter.

“Untuk SKB dari sisi lokasi sangat strategis dekat dari jalan umum, asrama tertutup dan terpisah antara putra dan putri. Tinggal manajemen tim medis atau tim pengamanan dari dinas terkait,” ujarnya.

Eddy menuturkan, rehab ruangan SKB itu akan segera dilaksanakan, menggunakan anggaran Biaya Tak Tertuga (BTT) untuk penanganan Covid-19.

“Untuk nominal biaya rehab dan fasilitas, akan kita ajukan segera sesuai kebutuhan. Setelah diteliti BPBD Kota Pangkalpinang kapasitas ruang isolasi bisa di SKB bisa menampung 60 BOR, karena ruang aula pertemuan dapat dimodifikasi menjadi ruangan yang sangat layak, apalagi di SKB sudah ada fasilitas ruang makan dan olahraga,” ujarnya. (TRAS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *