Soal Tawaran Uang Rp 2 M, Pj Gubernur Bilang Bukan Dari Pejabat, Huzarni: Suganda Jangan Tebar Hoax Murahan

Penulis: Imo|Editor: Ichsan Mokoginta Dasin

PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM–Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu, akhirnya buka suara soal tawaran uang Rp 2 miliar dari seseorang sebagai uang THR.

Bacaan Lainnya

Suganda dalam pesan WA yang dikirim kepada Trasberita.com, Senin (17/4/2023) sekitar pukul 24.36 WIB, membenarkan ada seseorang yang menawari dia uang. Tapi dalam kesempatan tersebut, Suganda memberikan klarifikasi bahwa seseorang yang dimaksud bukan pejabat Pemprov Bangka Belitung.

“Untuk dikarifikasi, bukan dari pejabat pemprov. Dan langsung batal karena saya tidak merespon,” jelas Suganda.

Sayangnya Suganda tak memberi penjelasan panjang lebar terkait identitas seseorang yang menawari dirinya uang tersebut.

Sementara itu, pengamat birokrasi dan pemerintahan, Huzarni Rani, mengimbau agar Pj Gubernur Suganda, tidak menyebarkan hoax murahan sehingga membuat gaduh publik.

“Kalau kejadian ini memang ada, silakanlah buka-bukaan. Seratus persen kita akan dukung Bapak Pj Gubernur untuk bongkar kasus percobaan gratifikasi ini. Sebaliknya jika tidak ada, jangan bikin hoax murahan kayak gini. Karena sama halnya mendiskreditkan pejabat dan ASN Pemprov Babel,” ujar Huzarni.

Menurut mantan Pj Bupati Bangka Selatan dan Bupati Bangka Barat ini, tak ada alasan Pj Gubernur Suganda untuk menutup-nutupi dan berkilah.

“Pj Gubernur jangan hanya sekadar bikin hoax. Ungkapkan kalau memang ada, dan jangan bikin ribut sementara kerja nyata tak ada,” tegas Huzarni.

Seperti diberitakan Trasberita.com sebelumnya, beredar informasi jika Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu, ditawari uang Rp 2 miliar untuk THR dari seseorang yang disebut-sebut merupakan pejabat di Pemprov Bangka Belitung.

Informasi ini awalnya tersebar melalui unggahan chatting tokoh pejuang Provinsi Bangka Belitung Johan Murod di Grup WA Pejuang Pembangunan Babel.

Dalam chatting tersebut Johan intinya mengungkapkan saat membuka Musrenbang, Senin (17/4/2023), Pj Gubernur di hadapan peserta mengatakan ada pejabat di Pemprov Babel menawari Rp 2 miliar untuk THR. Namun tawaran tersebut ditolak oleh Suganda.

Informasi ini sontak menjadi perhatian dan ditanggapi banyak pihak. Salah satunya dari Ketua LSM AMAK Babel, Hadi Susilo.

Hadi mendesak agar Pj Gubernur membuka identitas pejabat yang dimaksud.

“Kalau informasi ini benar, maka tolong Pj Gubernur membuka identitas pejabat yang disebut itu. Jangan menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan menimbulkan persepsi buruk terhadap pejabat provinsi. Ungkapkan jangan ditutupi,” desak Hadi menjawab Trasberita.com. (Tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *