Oleh : Meilanto
Pegiat Sejarah dan Budaya Kabupaten Bangka Tengah
BANGKATENGAH, TRASBERITA.COM — Batu betangkup, batu ini berukuran sangat besar berada di atas bukit yang berada di sisi timur Bukit Tanjung Berikat.
Batu tersebut tidak menyatu dengan batu yang berada di bawahnya seperti betangkup.
Oleh karena itu, batu tersebut dikenal dengan nama batu betangkup.
Saat musim barat angin kencang yang membuat para nelayan tidak bisa melaut.
Untuk menghindari angin kencang maka para nelayan berlindung di sisi selatan sebuah tanjung yang saat itu belum memiliki nama.
Sambil menunggu musim teduh untuk melaut, para nelayan menancapkan kayu pancang dan mengikatkan (berikat) tali-tali perahu.
Kemudian dari kata berikat tersebut menjadi nama kawasan ini.
Memang tempat para nelayan mengikatkan tali perahu berada di sebuah tanjung dan dikenal dengan nama Tanjung Berikat.
Memperhatikan peta tahun 1933 yang berjudul Berikat dengan seri peta D D 30,48 pemukiman penduduk berada di pesisir sebelah selatan.
Jalan yang menghubungkannya dengan daerah lain hanyalah voetpad (jalan setapak).
Di tengah kampung terdapat paardenpad (jalan agak lebar dari jalan setapak/ jalur kuda).
Dua voetpad tersebut masing-masing menuju ke laut.
Hal ini berarti, untuk mencapai Kampung Berikat belum ada jalan darat dari arah Lubuk Besar.
Hal ini juga diperkuat dengan hasil wawancara penulis dengan Nenek Jamisa (umur 75 tahun) yang mengatakan bahwa, sebagian besar penduduk Tanjung Berikat dan Batu Beriga berasal dari Belitung.
Maka tidak heran, dalam keseharian penduduk, bahasa yang mereka gunakan ada campuran logat Belitung terutama para tetua kampung. Mereka datang ke Tanjung Berikat dan Batu Beriga untuk bercocok tanam.
Mereka menyeberang dari Belitung ke Tanjung Berikat dan Batu Beriga dengan menggunakan perahu.
Selanjutnya di sisi selatan juga tampak tanjung yang sangat panjang dan pada bagian ujung tanjung tersebut tertulis Tg. Mentigi.
Saat ini Tanjung Mentigi menjadi salah satu destinasi wisata di Tanjung Berikat dengan nama Pantai Gusung.
Pada bagian sisi utara pemukiman penduduk, terdapat tiga Regelmetig aangeledge pepertuinen (kebun lada) yang tidak terlalu luas dan juga bukit yaitu bukit BT. BERIKAT dengan ketinggian 119,2. pada puncak bukit tersebut terdapat Tertiair driehoekspunt (titik segitiga tersier) 321 dan bukit yang tidak tertulis nama dengan ketinggian (Hoogtepunt) 74.
Kemudian terdapat Air Berikat (dalam peta tertulis A. Berikat) yang berhulu di kaki bukit dan mengalir sampai ke laut. Di sisi timur A.
Berikat terdapat Bamboe huizen (rumah/ gubuk dari bambu) dan pada bagian ujung tanjung terlihat jelas ijzeren vuurtoren (mercu suar dari besi) dan di bawahnya terdapat Bamboe huizen (rumah/ gubuk dari bambu) sebagai rumah penjaga ijzeren vuurtoren.
Salah satu jalan setapak dari ujung kampung menuju ke Bamboe huizen (rumah/ gubuk dari bambu) yang berjumlah tiga buah yang berada di sisi utara dekat dengan pantai.
Selain A. Berikat juga terdapat A. palo yang berhulu di salah satu bukit (yang tidak tertulis nama) dan A. Batoe.
Juga terdapat Ladang (tijdelijke nederzettingen met droge rijstveiden) atau ladang ume penduduk.
Selebihnya terdapat Klapperboomen (Kelapa), Bosch (hutan), Tjemara of dennen (sparren) atau cerama atau pinus, Alangalang (padang ilalang), Moeraspalmen (rawa palam), Drasland (rawa-rawa), moeras (rawa-rawa yang berada di sisi air/ sungai).
Di sisi selatan berbatasan dengan Lepar Zee (Laut Lepar) dan sisi utara Zuid-Chinneessche Zee (Laut Cina Selatan).
Pantai Tanjung Berikat hampir semuanya dikelilingi oleh zandbank allen bij laagwater droog (gundukan pasir yang terlihat saat air laut surut).
Bibir pantai sisi timur dan sisi selatan secara umur terdapat klippen altjid boven water (tebing batu tinggi selalu di atas air).
Sebelah barat Tanjung Berikat terdapat Boekit Baru dengan seri peta D D 30,47.
Pada peta ini terlihat jelas Bukit Baru (Bt. Baroe) dengan ketinggian 102. Di sisi timurnya terdapat Air Baroe.
Pada peta ini masih terdiri dari hutan, ladang ume dan rawa-rawa S. Gelam pada sisi utara.
Pada muara S. gelam terdapat Bamboe huizen dan terlihat jelas garis batas hutan (Boschgrens B.W.) B.W. nerupakan singkatan dari Boschwezen (hutan pada zaman Belanda). (*/tras)







