Terbongkar, Ternyata Tambak Udang Milik Ahon di Bakit Belum Terdaftar

Tambak udang di salah satu perusahaan di Bakit Parit Tiga Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (JB/trasberita.com)

BANGKABARAT, TRASBERITA.COM — Terbongkar, ternyata perusahaan tambak udang PT Bakit Mandiri Vaname (BMV) belum memiliki izin.

Bocoran ini disampaikan Kabid Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung, Mega Oktarian, saat ditemui Tim Journalis Babel Bergerak (Jobber), di ruang kerjanya, Selasa (22/11/2022).

Bacaan Lainnya

Padahal sebelumnya, Direktur PT BMV Bambang, yang merupakan anak buah Ahon ini, mengaku seluruh izin PT BMV sudah lengkap.

Bahkan Bambang berani menyebutkan bahwa hanya perusahaan tambak milik Ahon inilah yang punya izin, sedangkan 7 perusahaan lainnya belum memiliki izin alias illegal.

Mega Oktarian memaparkan, setelah di croscek, ternyata data nama PT BMV tidak terdaftar disistem Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bangka Belitung.

“Izin mereka itu izin Otomatis atau izin apa, kalau kepada kita belum ada, izin mereka melalui sistem verifikasinya melalui Kabupaten atau apa, minimal harus lapor lah ke Provinsi sebagai lampiran kalau memang izin-izinnya sudah lengkap semua,” ujar Mega.

Dengan adanya pernyataan Mega ini, telah mementahkan pernyataan Direktur PT BMV Bambang yang sempat sesumbar, bahwa hanya perusahaan tambak udang milik Ahon di Desa Bakit Kabupaten Bangka Barat itulah yang mempunyai izin paling lengkap.

“Mereka ini belum melampirkan apapun ke Provinsi. Sharusnya setiap usaha kegiatan harus melampirkan ke Provinsi, ada buktinya jika memang sudah selesai dalam inputan izin OSS nya, jadi kita tahu. Oh yang ini sudah ada proses perizinannya yang diketahui oleh Kabupaten Bangka Barat,” kata Mega Oktarian.

Mega meminta agar tidak terjadi kesalahpahaman teknis, setiap kegiatan pelaku usaha harus ada konfirmasi ke pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutan (DLHK) Provinsi Bangka Belitung agar ada bahan lampiran.

“Izin lingkungan di dahului izin lokasi yang ada di darat dan prosesnya ada di Kabupaten bila semua clear, kemudian dia harus ke Provinsi ke Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) PUPR untuk mendapatkan izin rekomendasi ruang laut,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, kepada Tim Journalis Babel Bergerak (Jobber), Bambang pernah menyebutkan, hanya perusahaan tambak udang PT BMV milik Bos Ahon yang punya izin lengkap di Bakit Parittiga.

Sedangkan 7 perusahaan lainnya yang ada di Desa Bakit belum memiliki izin.

“Tujuh tambak udang di Desa Bakit itu, hanya perusahaan tambak udang kami ini lah yang mempunyai izin lengkap,” ungkap Direktur PT BMV ini, Rabu (16/11/2022).

Hanya sayangnya, setelah beragam statamen yang ia ungkapkan kepada awak media diterbitkan, Direktur PT Bakit Mandiri Vaname (BMV) Bambang akhirnya bungkam ketika ditanya kembali soal tudingannya ada sekitar 7 perusahaan tambak udang di Bakit Paritiga tidak memiliki izin.

Sementara itu, Ahon yang merupakan pemilik PT BMV belum memberikan tanggapan terkait pernyataan Dinas LHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *