Terentang III, Dahulunya di Perairan Desa Ini Tumbuh 3 Pohon Terentang Sangat Besar

Oleh: Meilanto
BANGKATENGAH, TRASBERITA.COM –– Pada zaman kolonial Belanda, desa ini merupakan pemukiman sederhana dengan jalan setapak yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

Di desa ini terdapat tempat pemandian umum warga yang merupakan aliran sungai kecil dan berawa-rawa.

Bacaan Lainnya

Di perairan ini banyak ditemukan pohon terentang dan diantaranya terdapat tiga batang pohon terentang ukurannya sangat besar.

Berdasarkan cerita dari leluhur, pemukiman ini disebut dengan nama Desa Terentang III.

Kemudian oleh generasi berikutnya untuk memudahkan penyebutannya disepakati menjadi Desa Terentang III.

Penamaan desa ini disamping sudah populer dan mengakar di masyarakat sejak zaman leluhur, juga menjadi desa ketiga yang menggunakan nama Terentang, setelah Terentang I di Kecamatan Kelapa dan Terentang II di Kecamatan Payung.

Terentang ada dua macam yaitu terentang (Campnosperma auriculata) dan terentang putih (Campnosperma auriculatum).

Kedua jenis terentang ini tumbuh didaerah rawa-rawa dan ini masih termasuk ke family Anacardiaceae.

Secara administrasi, awalnya desa ini masuk Desa Guntung dan baru tahun 1947 menjadi desa otonom yang masuk Kecamatan Koba Kabupaten Bangka.

Kemudian pada tahun 2003 menjadi bagian Kabupaten Bangka Tengah setelah ada pemekaran.

Awal pemerintahan desa dipimpin oleh seorang gegading, yaitu gegading Musa. Sampai tahun 2013, sudah ada sembilan kali pergantian gegading/ lurah/ kepala desa (Ibrahim dkk., 2013, 86-87).

Terentang dalam Peta Tua

a. Kaart van het Eiland Banka (cartographic material) volgens de topograhische opneming in de jaaren 1852 tot 1855.

Dalam peta karya L. Ullman ini, Desa Terentang tertulis Trentang terletak diantara Penja dan Goentoeng.

b. Overzichtskaart van het gewest Banka en Onderhoorigheden

Peta ini berjudul Overzichtskaart van het gewest Banka en Onderhoorigheden (Peta ikhtisar Pulau Bangka) tahun 1898 dengan skala 1:50.000.

Dalam peta tersebut ditulis Terentang 3 dan telah menjadi sebuah kampung (ditandai dengan bulat hitam).

Antara Terantang 3 dan Penjak yang berada di barat daya terdapat Air Asem dan Air Terentang.

Sementara itu anta Terentang 3 dan Goentoeng yang berada di tenggaranya terdapat Air Ladang.

Sebelum kampung Terentang 3, (antara Terentang 3 dan Penyak) terdapat jalan setapak (voetpad) yang menuju ke P. Limboeng (Pengkalan Limbung) Pengkalan (verzameplaats v. prauwen/ Pangkalan perahu) pada sungai Simpang yang banyak anak sungai (aik) seperti Aik Tras, Aik Tempala, Aik Limboeng, Aik Padanglimoes yang menyatu ke Sungai Koerauw.

c. Boelang (D D 30,34)

Dalam peta ini lebih mengarah ke topografi. Tertulis Terentang.

Pemukiman penduduk sebelah kanan jalan menuju Koba lebih pendek bisa dibandingkan dengan pemukiman penduduk sebelah kiri jalan.

Ketinggian permukaan tanah (Waterpaspilaar Sekunder) 2,9. Terdapat tiga jalan setapak yang menuju ke regematig aangeledge pepertuinen (kebun lada). Dalam peta ini masjid dan TPU belum terlihat. (tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *