Penulis : Jonhen II Editor: Bangdoi Ahada
BANGKASELATAN, TRASBERITA.COM — Program dan CIta-Cita Pemkab Bangka Selata untuk mewujudkan Tugu Adipura di tahun 2022 terpaksa tertunda.
Pasalnya, harapan untuk menjadikan Tugu Adipura di Persimpangan Jalan Ahmad Yani ini menjadi kebanggaan warga Bangka Selatan, tidak mampu diwujudkan oleh pemborong ataupun kontraktor yang mendapatkan proyek ini.
Buktinya, hingga memasuki tanggal 2 Januari 2023, tugu yang diharapkan menjadi kebanggaan warga sebagai penutup tahun 2022 tersebut belum selesai dikerjakan.
Entah apa yang menjadi penyebabnya, sehingga proyek Tugu Adipura ini belum rampung di akhir tahun 2022.
Padahal informasinya, semua pekerjaan sudah dinilai bahkan ada pekerjaan yang sudah melakukan pencairan.
Namun sangat disayangkan, pembangunan Tugu Adi Pura dengan nilai kontrak Rp 486.200.000 tersebut tak junjung selesai hingga akhir tahun 2022.
Sementara tertulis di papan plang proyek bahwa proyek ini tertulis memakan waktu 75 hari kerja.
Hanya saja pihak pelaksana yang diketahui perusahaan CV Angin Baru itu malah terkesan mengabaikan kesepakatan dalam surat perjanjian kerja bahkan pekerjaan itu diduga dikerjaan asal – asalan.
Pekerja proyek Tugu Adipura, Sarkim yang ditemui di kolasi mengatakan, pengerjaan Tugu Adipura belum selesai, lantaran masih banyak detail pekerjaan dan penambahan pekerjaan yang belum juga rampung.
“Masih cukup lama pak, kurang lebih 10 hari lah, itupun kalau tidak ada lagi penambahan,” kata Sarkim kepada Tim Journalis Babel Bergerak (Jobber), Minggu (1/1/2023).
Menurutnya, salah satu kendala karena kurangnya pegawai, yang sebelumnya pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan itu berjumlah lima orang.
Namun sekarang hanya menyisakan tiga orang. Hal inilai yang disebut Sarkim sebagai penyebab keterlambatan pekerjaan.
“Pekerja semuanya orang 5 untuk mengerjakan proyek ini tetapi pada hari ini kami cuma bertiga yang 2 lagi sedang cuti,” ujar Sarmin.
Selain itu kata Sarmin cuaca dan keterlambatan datangnya material juga menjadi penyebab terlambatnya pekerjaan itu.
Meski semua alasan itu bukan termasuk dalam kontrak kerja yang sudah disepakati.
“Kendala keterlambatan proyek ini tingkat kerumitan dan cuaca, karena bekerja di ruang terbuka, saat ini kami masih pemasangan batu alam untuk lantai dan dinding dan di tambah lagi akan ada penambahan rumput,” jelasnya. (tras)






