Tiba-Tiba Anggota Presidium Pembentukan Babel Ini Marah, Sebut 3 Anggota DPR RI Asal Babel Kepa**t, Ada Apa..?

Pengurus Forum Presidium Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Silahturrahmi dan membahas program kerja FPPP Provinsi Kepulauan Babel masa bakti 2021-2022, di Pondok Rembiak Bukit Merapin Pangkalpinang, Kamis (31/3/2022). (dari kiri -kanan: Wakil Ketua Johan Murod, Ketua usmandi Andeska, Wakil Ketua Zulkarnain Smsudin, Sekjen Efendi Harun. (doi/trasberita.com)

Editor: bangdoi ahada
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM — Anggota Presidium Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Adaw marah.

Suaranya melengking pecah di hadapan puluhan Anggota Presidium Pejuang Pembentukan Babel dan undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Agus Adaw marah kepada tiga Anggota DPR RI asal Babel, yakni Rudianto Tjen, Bambang Patijaya dan Zuristyo Firmadata.

Ia juga marah kepada empat Anggota DPD RI asal Babel, yakni Darmansyah Husein, Zuhri M Syazali, Alexander Fransiscus dan Hudarni Rani.

Ke tujuh wakil Babel di pusat ini, disebut Agus Adaw orang yang tidak mampu berterimakasih terhadap para pejuang pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ke tujuh wakil rakyat dari Babel ini juga dinilai Agus Adaw belum berkontribusi terhadap kemaslahatan masyarakat Babel.

” Tiga anggota DPR RI dan Empat Anggota DPD RI itu semuanya kepa**t. Lah kepaleng (sudah terlanjur). Orang-orang ini yang menikmati hasil dari perjuangan para pejuang presidium. Tetapi mereka tidak perduli terhadap presidium ini,” teriak Agus Adaw, saat pidato pada acara Silahturrahmi Forum Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pondok Rembiak Bukit Merapin Pangkalpinang, Kamis (31/3/2022).

Teriakan marah Agus Adaw ini menggelegar menghentak puluhan anggota presidium dan warga yang hadir pada acara silahturrahmi tersebut.

Dijelaskan Agus Adaw, jangankan untuk berkontribusi terhadap kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung, untuk perduli kepada presidium juga tidak terlihat aksi nyata mereka.

“Mereka harus bertanggung jawab terhadap presidium ini. Jika tidak ada presidium ini, maka mereka para anggota DPR RI dan DPD RI termasuk Gubernur Babel tidak akan pernah ada,” tukas Adaw.

Ia juga menyindir Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman sebagai pemimpin yang plin plan.

“Gubernur kita ini kadang ingah kadang tidak ingah, kadang renang kadang dak renang. Jika seperti ini, kita ganti saja nanti dengan yang lain,” ujar Agus Adaw, yang disambut tepuk riuh warga yang hadir.

Ikut hadir pada acara Silahturrahmi Forum Presidium Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini, antara lain Ketua Usmandi Andeska, Sekjend Efendi Harun, Wakil Ketua Johan Murod, Zulkarnain Syamsudin, para tokoh presidium dan masyarakat Babel.

Selain menjadikan acara tersebut sebagai ajang silahturrahmi, para datuk Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini juga membahas adanya upaya “Kudeta” terhadap kepengurusan Presidium Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Babel yang sah, yang telah dipilih pada 18 Juni 2021 lalu di Tanjungpandan Belitung.

“Kalo memakai istilah Agus Adaw, mereka itu adalah orang yang sesat, atau ada orang menyesatkan mereka. Dengan kata lain mereka itu adalah orang yang sesat di jalan yang terang benderang,” ujar Johan Murod, saat berpidato di hadapat undangan yang hadir.

Sementara itu, Sekjen Efendi Harun menyebutkan pula bahwa silahturahmi ini digelar dalam rangka memajukan dan menyusun program kerja FPPP Provinsi Kepulauan Babel masa bakti 2021-2024.

“Acara ini merupakan pra Rakernas untuk menyusun kembali bidang-bidang dan program kerja forum ini dalam masa bakti kepengurusan yang baru,” ujar Efendi Harun.

Pada kesempatan menyampaikan pidatonya, Johan Murod menjelaskan kronologis terbentuknya kepengurusan Forum Presidium Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang baru ini.

“Setelah masa bhakti Darmasyah Husen habis, maka pada 18 Juni 2021 dilaksanakan Musyawarah Pembentukan Forum Presidium Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Cafe Careso Tanjung Pandan Belitung,” ujar Johan.

Dijelaskan Johan, setelah sambutan Datuk Seri Emron Pangkapi, kemudian Darmansyah Husen menyampaikan Pidato Purna Bakti.

“Yang intinya Darmansyah Husien memohon maaf jika terdapat berbagai kekurangan dalam kepemimpinannya. Artinya kepengurusan Darmansyah Husien saat itu sudah demisioner alias selesai,” tukas Johan.

Selantutnya, kata Johan, para mantan Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memilih Formatur dalam sidang yang dipimpin Datuk Rustam Effendi mantan Ketua Presidium Belitung dan Datuk Yusroni Yazid mantan Ketua Presidium Bangka serta Datuk Suryadi Saman mantan Wagub Kepufauan Bangka Belitung, dan Badaruddin Usman mantan Ketua DPRD Kota Pangkalpinang.

Para pimpinan sidang musyawarah pembentukan Forurn Presidiurn Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sangat kredibel tersebut membentuk formatur mewakill berbagat daerah seperti Pangkalpinang Formatur adalah Badaruddin Usman dan Savi’at, Kabupaten Bangka Yusroni Yazid dan Effendy Harun, Kabupaten Belitung Suryadi Saman dan Tare.

” Keesokan harinya Formatur memilih ketua. Dan terpilihlah Usmandi Andeska sebagai Ketua Forum Presidium Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masa bhakti 2021 – 2024 selarna 3 tahun. Jadi pengurus saat ini sah secara peraturan dan legalitas yang ada,” ungkap Johan.

Karena itu, kata Johan, patut diduga anggota Forum Presidiurn Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mendukung musyawarah yang digelar di Restoran Gale-Gale Bangka Tengah pada 28 Maret 2022 lalu tersebut telah disesatkan oleh oknum.

“Patut diduga mereka sesat dalam pemahaman berorganisasi atau patut diduga ada pihak yang sengaja menyesatkan mereka. Yang benar itu, mari kita bersatu, membuat program untuk kemaslahatan masyarakat Babel secara luas. Bukannya saling menyesatkan antar anggota pejuang presidium,” tukas Johan. (tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *