Tiga Warisan Budaya Takbenda Bangka Sekatan Tahun 2021 Dibukukan

Oleh: Kulul Sari
TOBOALI, TRASBERITA.COM — Tepat pada tanggal 27 Januari 2023 usia Kabupaten Bangka Selatan genap 20 tahun.

Pada perayaan HUT ke 20 ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan buku Warisan Budaya Takbenda tahun 2021.

Bacaan Lainnya

Buku ini ditulis Pamong Budaya Dwikki Ogi Dhaswara beserta penggiat budaya Sumardoni.

Buku tersebut diserahkan kepada seluruh SMP se Bangka Selatan, yang diterima secara simbolis oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Toboali dan SMP Negeri 8 Toboali Kabupaten Bangka Selatan.

“Buku ini diharapkan dapat bermanfaat untuk siswa siswi di tingkat SD, SMP dan SMA, sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya melalui pewarisan pengetahuan kebudayaan, khususnya warisan budaya takbenda kabupaten Bangka Selatan,” harap Elfan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, jum’at (27/1/2023), di Halaman Kantor Bupati Bangka Selatan

Dwikki Ogie Dhaswara yang turut hadir dalam upacara itu berharap agar tahun-tahun yang akan datang akan ada lagi warisan budaya takbenda maupun lainnya yang dapat diangkat dan bisa dijadikan buku sebagai khasanah kekayaan kabupaten Bangka Selatan.

Selain itu bisa dibukukan juga sebagai bacaan untuk SD, SMP dan SMA maupun umum.

Dijelaskannya dalam buku yang ia tulis bersama Sumardoni, guru SMA Negeri 1 Payung ini terdiri dari tiga warisan budaya takbenda yaitu Kawin Heredek, Bolu Kuci dan Tari Tigel”.

Dwikki dan Sumardoni sangat mengharapkan buku ini dapat dikenal dan bermanfaat, dan mereka juga sangat berharap seluruh kebudayaan Bangka Selatan terus dapat dikenal dan berkembang dari sekolah dasar hingga ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.

“Kami dari Bidang Pembinaan Kebudayaan akan terus mengenalkan kebudayaan termasuk warisan budaya takbenda ini kepada peserta didik dengan mengkolaborasikan kedalam mata pelajaran Seni Budaya,” ujarnya.

Dengan adanya buku ini, macam-macam karya budaya yang sudah ditetapkan menjadi warisan budaya takbenda Indonesia dari Kabupaten Bangka Selatan dapat diketahui dan dikenal, serta terdeskripsikan sejarah, nilai, makna dan fungsi dari karya budaya tersebut.

“Sekaligus amat sangat membantu dalam melestarikan kebudayaan melalui peserta didik di sekolah-sekolah yang wajib untuk dilestarikan khususnya di Bangka Selatan,” tukas Dwikki, Pamong Budaya Kabupaten Bangka Selatan ini. (tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *