Penulis: Imo II Editor: Ichsan Mokoginta Dasin
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM–Sejumlah tokoh Presidium Perjuangan Pembentukan Provinsi Bangka Belitung, Senin (3/4/2023) melakukan pertemuan dengan Pj Gubernur Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu, di Kantor Gubernur Bangka Belitung.
Selain menyampaikan sejumlah masukan terkait agenda pembangunan Bangka Belitung ke depan, tokoh presidium yang dikomandoi oleh Johan Murod tersebut juga meminta Pj Gubernur Bangka Belitung, menyuarakan aspirasi masyarakat kepada Menteri Agama RI untuk memutasi Wakil Rektor (Warek) II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS), Dr. Masmuni Mahatma, M.Ag, dari Kampus IAIN SAS di Petaling.
Alasannya, menurut Johan, tindak tanduk Masmuni sangat tak memcerminkan sikap sebagai seorang akademisi.
Menurut Johan, Masmuni juga disebut berlaku arogan dan pernah berbuat gaduh dan menyita perhatian publik. Selain itu, Johan mengungkapkan, pengangkatan Masmuni Mahatma selaku Wakil Rektor II diduga menyalahi Statuta IAIN SAS.
“Memohon agar kiranya bapak Pj Gubernur menyampaikan aspirasi masyarakat ini kepada Menteri Agama agar memutasi saudara Masmuni ini dari IAIN SAS,” ujar Johan di hadapan Pj Gubernur, Suganda Pandapotan Pasaribu.
Ketika dikonfirmasi ulang oleh Trasberita.com, Senin (3/3/2023) sore, terkait laporannya tersebut, Johan Murod mengatakan, sangat tak elok jika di Bumi Serumpun Sebalai yang notabene sangat menjunjung tinggi adat melayu ini ada pejabatnya yang arogan.
“Kita ini Negeri Melayu janganlah suka arogan dan bikin gaduh. Baiknya dia (Masmuni–red) angkat kaki saja dari IAIN SAS jangan arogan dan melukai banyak orang di kampus Islam itu,” tegas Johan.
Berdasarkan informasi yang ia terima, lanjut Johan, semenjak menjabat Warek II IAIN SAS, Masmuni sering membawa-bawa nama Menteri Agama RI dan mengancam akan memutasi dosen maupun pegawai IAIN SAS ke Papua.
“Inikan arogan sangat. Ngancam-ngancam mau mutasi dosen dan pegawai ke Papua. Kalau ada masalah kan bisa diselesaikan baik-baik. Jangan main ancam dan bawa-bawa nama menteri. Masyarakat kita di Bangka Belitung ini harusnya dihadapi dengan sikap yang familiar bukan dengan ancaman,” ujar Johan Murod seraya menambahkan, desakan serupa juga sudah ia sampaikan kepada Rektor IAIN SAS, Dr Irawan, M. Si.
“Desakan agar Masmuni ini angkat kaki dari IAIN SAS sudah kita sampaikan juga kepada Pak Rektor dalam pertemuan sore tadi di Kampus IAIN SAS,” imbuh Johan.
Menanggapi laporan para tokoh Presidium Pembentukan Provinsi Bangka Belitung tersebut, Pj Gubernur Bangka Belitung, Suganda Pasaribu, berjanji akan membawa aspirasi masyarakat tersebut ke Menteri Agama RI.
“Mohon terkait ini agar data, surat dan hal lainnya dilengkapi. Kalau sudah lengkap dalam waktu dekat akan diagendakan menyampaikan persoalan ini ke Kemenag RI,” kata Suganda.
Sementara itu, sejumlah pejabat IAIN SAS, hingga berita ini diturunkan lebih memilih bungkam dan belum menjawab konfirmasi yang disampaikan Trasberita.com via pesan WA.
Rektor IAIN SAS, Dr Irawan, M. Si, dihubungi Senin (3/4/2023) sekitar pukul 12.06 WIB, awalnya menjawab pesan WA saat wartawan Trasberita.com memperkenalkan diri.
Namun ketika ditanya seputar aduan Johan Murod Cs terkait persoalan Warek II ke Pj Gubernur Bangka Belitung, Irawan memilih bungkam.
Demikian juga dengan Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Drs. H. Eramli Jantan Abdullah, M.M., belum menjawab konfirmasi Trasberita.com. Padahal pesan sudah dibaca dengan tanda centang dua biru.
Sementara Wakil Rektor II Dr. Masmuni Mahatma, juga belum membalas konfirmasi yang juga dikirim via WA. Pesan dengan tanda centang dua tersebut terkirim sekitar pukul 17.51 WIB.
Jauh sebelum dilaporkan oleh Johan Murod Cs, nama Masmuni Mahatma, pertengahan Januari 2017 silam sempat menjadi perbincangan publik Bangka Belitung, khususnya oleh sejumlah gabungan Ormas Islam Bangka Belitung.
Masmuni yang saat itu menjabat Ketua PW GP Ansor Bangka Belitung terancam akan dilaporkan oleh gabungan ormas Islam di Bangka Belitung ke Polda Bangka Belitung lantaran diduga melakukan sikap intoleran dan menghina habaib serta menolak kedatangan habaib (Habib Rizieq Shihab) yang hendak berkunjung melakukan dakwah di Bangka Belitung.
Penolakan Masmuni yang bernada keras, dan diduga menghina habaib tersebut memancing reaksi keras masyarakat.
Buntutnya Masmuni atas nama PW GP Ansor Bangka Belitung menyampaikan permohonan maaf untuk meredam kemarahan publik. (Tras)







