Toponim Desa Padang Baru: Kawasan yang Tercatat dalam Peta sebagai Gudang Pendingin Timah

Topografi Desa Padang Baru bisa dipelajari dalam peta yang berjudul Kebinti. Dalam peta ini, terdapat gudang pendingin timah [koeliloods mijn 6]. Di sekitarnya terdapat bangunan terbuat dari kayu [houten]. Sumber: digitalcollections.universiteitleiden.nl

Penulis: Meilanto

BANGKATENGAH, TRASBERITA.COM — Nama Padang dikarenakan wilayah ini merupakan hamparan yang luas yang ditanami dengan tanaman nanas yang luasnya mencapai puluhan hektar.

Kawasan Padang ini terbagi menjadi dua, yaitu Padang Madura (sekarang masuk wilayah Kelurahan Air Itam Kota Pangkalpinang) dan Padang Baru (nama desa saat ini).

 

Topografi Desa Padang Baru

Topografi Desa Padang Baru bisa dipelajari dalam peta yang berjudul Kebinti. Dalam peta ini, Padang Baru belum terbentuk sebagai sebuah kampung. Hanya tertulis A. Padang (Aik Padang).

Kawasan tersebut masih berupa hutan, kebun lada, karet, semak belukar, dan kolong tambang timah. Dalam peta tersebut juga terdapat gudang pendingin timah (koeliloods mijn 6). Di sekitarnya terdapat bangunan terbuat dari kayu (houten).

Mijn 6 atau yang kini lebih dikenal dengan nama Parit 6 merupakan tambang timah sejak zaman Belanda. Para pekerja tambang timah terikat kontrak dengan Belanda. Mereka digaji lebih kecil dari nilai kontrak sehingga untuk menyambung hidup mereka berhutang dengan pemilik tambang. Pemilik tambang juga menyediakan candu, judi yang terus menambah angka hutang mereka ditambah lagi dengan prostitusi.

 

Sistem Pemerintahan

Desa Padang Baru pada mulanya bergabung ke Desa Dul. Selanjutnya menjadi desa persiapan pada tahun 2000 dengan Pjs (Pejabat Sementara) Kepala Desa yang dijabat oleh Bapak Saidi Aras.

Selanjutnya menjadi desa definitif pada tahun 2003. Pada akhir tahun 2003 diadakan pemilihan kepala desa dan terpilihlah Bapak Abu Hanifah sebagai Kepala Desa dan dilantik pada tahun 2004.

Selanjutnya, Desa Padang Baru dipimpin oleh Edi Ermanto dan Rustam. Kemudian saat ini dipimpin oleh Amnah, seorang Kepala Desa perempuan dan mencatat sejarah bagi Desa Padang Baru. (Tras)

Meilanto: Penulis, Pegiat Budaya dan Sejarah Bangka Tengah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *