Penulis: Ma’ruf
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM – Inilah salah satu tradisi unik masyarakat di kelurahan Tua Tunu Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung menyambut kedatangan bulan suci Ramadan 1445 Hijriyah.
Sudah turun temurun masyarakat Tua Tunu menggelar kegiatan tradisi ruwah. Tradisi ruwah merupakan adat istiadat masyarakat setempat yang digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.
Rasa syukur tersebut karena masih dipertemukan lagi dengan bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim yakni bulan Ramadhan.
Selain itu, tradisi ruwah dilaksanakan untuk mengenang jasa baik orang tua, kerabat keluarga yang sudah berpulang ke Rahmatullah.
Juga untuk menjalin silaturahmi antar sesama umat muslim yang masih diberikan kesempatan hidup di dunia ini.
Lazimnya, kegiatan ruwah dilaksanakan beberapa minggu sebelum datangnya bulan puasa pada bulan Ramadhan.
Tahun ini, pelaksanaan tradisi ruwah di Tua Tunu dilaksanakan pada hari Kamis 9 Maret 2023 bertepatan dengan 17 Sya’ban 1444 Hijriyah.
Dari penuturan salah satu tokoh pemuda setempat, Iqbal diketahui pelaksanaan kegiatan ruwah dari tahun ke tahun hampir sama dan dirayakan dengan meriah dan suka cita.
Iqbal mengatakan, sehari sebelum pelaksanaan tradisi ruwah, warga Tua Tunu sudah terbiasa melaksanakan puasa sunah nisfu sya’ban.
Kemudian pada malam harinya, selepas Isya, warga akan membawa dulang yang berisikan berbagai makanan berat dan buah buahan ke masjid terdekat yang dikenal dengan Nganggung..
” Nganggung malam ruwah sebagai wujud syukur dan meningkatkan rasa persaudaraan ” ungkapnya.
Keesokannya pada pagi hari, warga Tua Tunu akan kembali nganggung ke masjid – masjid terdekat untuk berdoa dan diakhiri dengan makan bersama.
Sepulang nganggung dan kembali ke rumah masing-masing, warga bersiap diri bersama kerabat famili untuk pergi ke pemakaman umum.
” Warga ke kubur untuk mendoakan almarhum keluarga agar mendapat kehidupan yang layak di alam baka juga sebagai pengingat bagi yang masih hidup” terang Ikbal.
Menjelang siang sekembalinya warga dari pekuburan, masyarakat dari luar Tua Tunu akan berbondong-bondong datang.
Tidak hanya dari seputaran kota Pangkalpinang saja, dari desa yang jauh di kabupaten juga datang berkunjung.
Saban perayaan ruwah, jalan utama Tua Tunu akan macet dan penuh disesaki oleh kendaraan di sisi kiri dan kanan jalan.
Untuk menyambut kedatangan tamu dari seantero pulau Bangka, warga Tua Tunu sudah menyiapkan berbagai makan khas.
Ada ketupat, rendang, bakso, tekwan, lontong dan aneka kue dan minuman khas tersaji secara prasmanan.
Para tamu yang diundang maupun tidak diundang dipersilahkan mengambil menu hidangan sesukanya. (Tras)






