Penulis: Lia
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444H, sejumlah pengamat ekonomi Babel memperidiksi akan kembali membuat fenomena puncak inflasi, terutama untuk komoditas-komoditas tertentu seperti harga daging, tiket pesawat, harga ikan.
Lazimnya pemerintah daerah melalui OPD-OPD terkait biasanya akan melakukan berbagai cara untuk menahan meningkatnya angka inflasi ekonomi tersebut, salah satunya adalah dengan menggelar pasar murah, bazar dan semacamnya.
“Menurut hemat saya, cara seperti menggelar operasi pasar murah dan bazar murah dan sejenisnya, boleh-boleh saja dilakukan untuk meredam tingkat inflasi , tetapi strategi seperti ini cenderung bersifat temporer. Sehingga saran kami, lebih baik dilakukan secara continue dan periodik, misalnya sebulan sekali , jangan hanya ada saat misalnya mau dekat lebaran saja,” ujar Dosen Management Pemasaran STIE Pertiba Pangkalpinang, Juhari kepada trasberita.com, baru-baru ini.
Menurut, Juhari, dengan melakukan langkah secara periodic, maka akan memberikan peluang kepada pemangku kebijakan atau pemerintah untuk sekaligus menjalankan fungsi kontrol terhadap harga komoditi masyarakat di tingkat distributor maupun pasar.
Pasalnya, jika tidak diawasi secara berkala, maka dikhawatirkan adanya pedagang atau distributor nakal yang semaunya menaikan harga jual kebutuhan masyarakat, terlebih menjelang lebaran atau hari-hari besar keagamaan seperti sekarang ini.
“Harapan kita dengan fungsi pembinaan dan pengawasan yang lebih baik dan merata, maka harga-harga barang kebutuhan menjadi lebih stabil, tingkat inflasi kita bisa lebih terkendali,” ungkapnya.
Direktur Pasca Sarjana, STIE Pertiba, ini juga menelisik peluang ekonomi dari sektor industri olahan tambang timah sepertinya tetap akan dijalankan meskipun di tengah adanya kebijakan pelarangan ekspor timah Batangan.
Karena bagaimanapun, Babel saat ini sedang fokus pada pengembangan produk industri hilirisasi timah.
“Memang ini akan terjadi kendala, karena disatu sisi industri pengembangan hilirasi timah juga belum siap tapi sudah ada wacana pelarangan eskpor timah batangan atau Tin Ingot. Mau tidak mau, kondisi ini juga memicu kekhawatiran akan mempengaruhi tingkat ekonomi Babel yang diperidiksi akan kembali turun di pertengahan tahun 2023,” ujar pria yang akrab disapa Bang Joe. (tras)






