UBB dan MKKS on Camp, Upaya Wujudkan Satu Rumah Satu Sarjana

Universitas Bangka Belitung (UBB) bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di Bangka Belitung (Babel) adakan workshop penguatan sinergi kelembagaan, bertempat di Ballroom Aurora Tanjung Pesona Resort Beach Sungailiat, Sabtu dan Minggu (2-3/12/23).

BANGKA, TRASBERITA.COM –– Universitas Bangka Belitung (UBB) bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di Bangka Belitung (Babel) adakan workshop penguatan sinergi kelembagaan, bertempat di Ballroom Aurora Tanjung Pesona Resort Beach Sungailiat, Sabtu dan Minggu (2-3/12/23).

Kegiatan Workhsop ini dalam rangka meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) ke perguruan tinggi dan mewujudkan program satu rumah satu sarjana.

Bacaan Lainnya

Dalam agenda kegiatan yang di ikuti seluruh jajaran pimpinan di UBB, kepala jurusan dan seratus kepala sekolah atau perwakilan kepala sekolah, mengundang langsung beberapa narasumber seperti Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, Ph.D., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ervawi,M.Pd., MM., Kepala Stasiun Bakamla/Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) Prov Babel Letkol Marinir Setya Budi Wiranto, M.M.

Rektor UBB Prof. Ibrahim dalam sambutannya menyampaikan bahwa terlaksananya kegiatan ini merupakan bentuk nyata UBB dalam mendorong peningkatan siswa yang lulus SMA/SMK/MA untuk dapat melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Berdasarkan data yang kami terima, APK Babel sendiri berada angka 14,85% pada tahun 2022 dan lama sekolah rata-rata berada di angka 8,25% . Hal itu mendorong kita untuk dapat saling berkolaborasi untuk saling bersinergi dalam mengatasi permasalahan tersebut, hingga terwujudnya program kita yaitu satu rumah satu sarjana,” ungkap guru besar ilmu politik UBB.

Menurut Ibrahim, rendahnya APK di Babel dapat dilakukan dengan beberapa diagnosis seperti kesadaran urgensi Pendidikan, godaan ekonomi, kemampuan finansial, kesadaran membayar rendah, trend local dan role model yang terbatas.

“Pada dasarnya, rendahnya APK di Babel memang tidak terlepas dari beberapa kondisi sosio-kultural dan kondisi alam yang cukup memadai. Hal itu terbukti bahwa angka indeks generatio terbaik di Indonesia dan justru Pendidikan rendah, karena besarnya godaan untuk mendapatkan penghasilan sendiri mudah didapatkan,” pungkasnya.

“Mengapa kami menganggap forum ini penting bagi kita semua karena peran kita bukan hanya mengedukasi siswa tetapi juga orang tua dan hal itu tidak hanya terwujud dalam satu institusi saja. Hal itu akan cepat terwujud ketika kita saling bekerjasama dan gotong royong,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Babel yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel Ervawi menyampaikan, pada prinsipnya perguruan tinggi memiliki arah dan tujuan yang sama dengan pemerintah daerah yaitu menjadi pusat keunggulan dalam mendukung arah perbaikan.

“Dengan arah tujuan itulah, APK perguruan tinggi menjadi prioritas kita bersama dalam peningkatan prioritas pelayanan Pendidikan. Perguruan tinggi diharapkan mampu menyelenggarakan pendidikan yang bermutu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan tentunya memiliki kecakapan serta kompetensi yang dibutuhkan di daerah saat ini,” paparnya.

“Perguruan tinggi pada dasarnya harus menjadi candradimuka baik bagi sains, teknologi, sosial, budaya ekonomi dn aspek lainnya. Hingga peran kampus tidak hanya focus pada pendiidkan tetapi pengabdian kepada Masyarakat,” sambungnya.

Lebih lanjut, pemerintah daerah kep. Babel telah menetapkan target dan sasaran dalam Upaya mengatasi APK rendah.

“Beberapa program intervensi sebenarnya sudah kita lakukan untuk meningkatkan APK kita dan ada beberapa program beasiswa dari pemerintah daerah bagi yang berprestasi dan kurang mampu untuk mendukung Pendidikan di Babel,” tutur Kadin Pendidikan Babel.

Sedangkan Prof. Tjitjik melalui pemaparan materi menyampaikan bahwa dalam mewujudkan Pendidikan yang baik dan berkualitas harus saling bergotong-royong atau menanamkan sikap menjadi pelajar Pancasila.

“Prisip gotong royong sebenarya harus kita lakukan secara bersama-sama dan itu juga yang harus kita tanamkan di dalam jiwa pelajar kita agar nanti membuat mereka dapat dikatakan sebagai pelajar mandiri dan independent,” sebutnya. Selain mengisi materi di acara workshop, Prof. Tjitjik juga melakukan kunjungan ke Hachery Akuakultur yang berada di Kampus UBB Balun Ijuk.

Deklarasi UBB, MKKS dan FORKOPIMDA

Selain melakukan kegiatan workshop, dalam agenda yang mengangkat tema “Penguatan Sinergi kelembagaan: UBB dan MKKS on Camp” juga melaksanakan deklarasi bersama sebagai wujud untuk meningkatkan APK perguruan tinggi di Babel.

Tidak hanya UBB dan MKKS, deklarasi juga melibatkan unsur Forkopimda di Babel yang dilaksanakan pada Sabtu malam (2/1123).

Sebelum memulai deklarasi, Prof. Ibrahim menyampaikan dengan adanya deklarasi dan penandatanganan bersama ini merupakan suatu wujud bersama untuk meningkatkan APK Perguruan Tinggi di Babel.

“Yakinlah bapak/ibu semuanya, ini bukan semata-mata merupakan ajang promosi. Namun, suatu niat kita bersama untuk memikirkan Pendidikan di Babel agar semakin lebih baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ini merupakan masalah bersama yang harus kita carikan solusinya. Terlebih lagi, Babel sendiri memiiki kondisi dan tantangan yang diluar kapasitas kita untuk mengontrolnya.

Sebutlah kondisi itu seperti adanya godaan ekonomi yang terus meningkat, perkembangan teknologi yang semakin distruptif, pergaulan lingkungan sebaya dan berbagai kondisi lainnya.

“Untuk itu kami mendesain komitmen bersama dalam Upaya menciptakan sebuah program satu rumah satu sarjana ini,” pungkas rektor. (Humas/UBB)

Pos terkait