UBB Konsen Dukung Percepatan 1 Juta Sertifikasi Halal

Nizwan Zukhri, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Bangka Belitung,

Penulis : Lia

MERAWANG, TRASBERITA.COM — Universitas Bangka Belitung siap mendukung upaya percepatan pencapaian target 1 juta sertifikat halal sampai batas mandatori halal 17 Oktobe2 2024 yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hal ini juga sebagai implementasi amanah Undang-Undang No.33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Halal.

Bacaan Lainnya

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Bangka Belitung, Nizwan Zukhri, kepada trasberita.com, memastikan bahwa pihaknya optimis, karena memang sudah saatnya Indonesia berdikari sebagai negara dengan mayoritas penduduknya adalah muslim terbesar di dunia. Indonesia untuk mampu mewujudkan tujuannya sebagai produsen industri produk halal nomor 1 dunia.

Harusnya Indonesia menjadi kiblat dari produk halal dunia. Namun disayangkan posisi strategis Indonesia tersebut selama ini belum teroptimalkan dengan baik.

Dosen Managemen Ekonomi UBB tersebut juga mengaku, baru saja bertolak dari pertemuan dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Yang mana pihak IPB awalnya menyayangkan, karena keberadaan pusat halal dunia saat ini justeru berada di sebuah universitas yang notabene berada di negara yang bukan muslim.

Sehingga hal inilah yang menjad tekad IPB untuk memulai pembangun gedung pusat produk halal Indonesia yang direncanakan akan mulai dikerjakan Juli 2023 mendatang.

Menurut, Nizwan, di UBB sendiri, selama ini dukungan terhadap target 1 juta halal ini telah banyak dilaksanakan oleh para dosen termasuk juga melibatkan para mahasiswa.

Beberapa dosen UBB justru ada yang mendapatkan dana hibah dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Republik Indonesia. Dana tersebut diperuntukan untuk memfasilitasi berbagai program kegiatan sosialisasi terkait masalah produk halal maupun sejumlah dokumen persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi halal dari jalur reguler maupun jalur self declear (gratis) bagi masyarakat pelaku usaha.

Selain itu, para dosen juga mendapatkan dana hibah internal dari UBB untuk melakukan penelitian-penelitian tentang produk halal. “Misalnya para dosen melakukan penelitian yang berkaitan dengan strategi percepatan pembangunan destiniasi wisata halal ramah muslim, kampung halal dan lain sebagainya,” sebut Nizwan.

Menurut, Nizwan Zuhri konsep pembangunan wisata halal di Babel tentunya akan menjadi hal yang menarik jika dibandingkan dengan karateristik masyarakat Babel yang pluralistik agama, suku, bangsa dan rasa yang berbeda-beda bahkan terkenal dengan istilah “tongin fangin, jitjhong”(Melayu -China Sama).

Berbeda dengan semisalnya Aceh atau Sumatera Barat yang notabenenya penduduknya adalah mayoritas muslim atau negeri tanah melayu. Adat budaya daerah tersebut juga ketal dengan nuansa Islam. Maka wajar jika mengklaim daerahnya sebagai pusat destinasi atau wisata produk halal.

Akan menarik untuk Babel yang notabenenya memang memiliki penduduk pluralistik, tetapi mampu mempertahankan keharmonisan di tengah latarbelakang yang berbeda -beda. Bahkan para non muslim di Babel juga terbukti tak kalah antusias untuk mensertifikasi halal berbagai produk usahanya, khususnya produk makanan dan minuman, obat-obatan dan kosmetik.

Pelaku usaha dari kalangan non muslim ini juga sudah memiliki pemahaman yang baik, bahwa jika sebuah produk sudah terjamin halalnya, maka pasti baik untuk kesehatan dan mendukung masa depan lebih baik. Terlebh di negara-negara maju seperti Thailand, Jepang dan sebagainya saat ini sangat fokus dan memperioritaskan pengembangan ekonomi negaranya dari sektor produk dan wisata halal, ramah muslim.

Apalagi sudah ada aturan dari pemerintah bahwa produk-produk khususnya makanan, minuman, kosmetik dan obat-obatan yang tidak memiliki sertifikasi halal setelah 17 Oktober 2024 maka akan dikenakan sanski termasuk pencabutan izin edar atau tidak boleh mengedar produknya untuk di jual ke public.

Ia kembali menegaskan, bahwa UBB pada intinya sudah siap memfasilitasi untuk kerjasama-kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk terkait dengan 1 juta sertifikasi produk halal dan menjadikan Bangka Belitung sebagai destinasi wisata halal ramah muslim kelas dunia sebagai yang telah menjadi komitmen bersama sejumlah negara di Asia pada Saat Kongres Halal Internasional Juli Tahun 2022 lalu.

“Kalau untuk ke arah menjadikan UBB juga sebagai salah satu Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di Babel, maka hal tersebut mungkin saja terjadi, namun tentu langkah konkritnya perlu dipersiapkan secara komprehensif termasuk kompetensi sumberdaya UBB harus memadai terkait masalah produk halal ini,” tambahnya. (tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *