Editor: Bangdoi Ahada
BANGKATENGAH, TRASBERITA.COM — Keberanian penambang menghantam kawasan Hutan Lindung Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah ini patut diacungkan jempol.
Kawasan yang jelas-jelas dilindungi undang-undang ini bisa porak-poranda tanpa ada ada penertiban ataupun penangkapan dari aparat penegak hukum ataupun dari Gakkum Kementerian Lingkunan Hidup dan Kehutanan.
Pantauan Tim Journalis Babel Bergerak (Jobber), Senin (10/4/2023), Kawasan Hutan Lindung Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah ini sudha luluhlantak di hajar Tambang Inkonvensional. Bahkan jaraknya pun dekat dengan jalan raya.
Informasi yang berhasil dihimpun Tim Jobber dari warga setempat, tambang timah tersebut ternyata dikelolah oleh Kades Batu Beriga.
Dan yang menambang pun hanya untuk keluarga dari pak Kades, warga lain tidak boleh menambang di lahan yang di claem milik pribadi Pak Kades tersebut.
“Kami yang bukan keluarga pak Kades dak boleh nambang di situ, khusus keluarga dia saja,” ungkap warga setempat yang tidak mau namanya disebut, Senin (10/04/2023) sore.
Menurut warga, kawasan hutan lindung yang digarap tambang timah oleh keluarga Pak Kades Batu Beriga itu sudah beraktivitas cukup lama, dan selama itu berjalan aman-aman saja.
“Lumayan lah bang, kurang lebih adalah setahun mereka bekerja di situ,” katanya.
Kades Batu Beriga Gani saat dikonfirmasi Tim Jobber tidak menampik kalau lahan yang dijadikan untuk menambang timah sebenarnya lahan pribadi.
“Bukan punya saya, tapi punya keluarga, karena lahan itu lahan orang tua,” kata Kades Gani, Selasa (11/04/2023).
Kades Gani pun mengiyakan kalau lahan tersebut masuk kawasan hutan lindung.
“Emang bener sih, tapi dulu itu kebun orang tua, ada surat surat lama perolehan tahun 1976 waktu itu,” terang Kades Gani.
Disinggung kenapa warga lain tidak boleh menambang selain keluarga dirinya, Kades Gani beralasan kalau lokasi yang mereka kerjakan saat ini adalah bekas tambang warga kampung juga.
“Semua menambang di situ lah dulunya, kami juga lah bekas orang itu, dulunya banyak yang menambang di lahan itu,” ujarnya.
Ironisnya, aktivitas tambang timah yang dilakukan warga keluarga Pak Kades tersebut jaraknya pun tidak begitu jauh dengan jalan raya.
Selain itu untuk mengelabui APH, aktivitas tambang timah tersebut di tutupi oleh polybag ukuran besar.
Bahkan kalau dibiarkan terus menerus tidak menutup kemungkinan bisa memutuskan akses jalan raya, karena aliran air dari pembuangan tailing sudah sedikit demi sedikit mengikis pinggiran jalan raya.
“Sekarang sudah tidak kerja lagi lah, sudah saya suruh stop,” kata Kades Gani.
Kepada awak media, Kades Gani meminta hal ini untuk tidak dipublikasikan, karena suasana sedang tenang.
“Dak usah diberitakan lah, dak bagus di berita berita tu, karena sekarang suasana sedang tenang,” tutup Gani. (JB/tras)






