PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kompetensi tenaga pendidik di wilayahnya.
Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin saat menghadiri kegiatan orientasi ilmu pengetahuan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Saparudin menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak kementerian yang telah memfasilitasi peningkatan kualitas SDM di Pangkalpinang.
“Kami dari Pemerintah Kota Pangkalpinang mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya Balai Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah menyelenggarakan acara ini,” ujar Prof. Saparudin kepada awak media.
Wali Kota menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Ia meminta seluruh peserta, terutama para guru dan tenaga kependidikan, untuk menyerap ilmu dari narasumber dengan maksimal.
“Tentu kami berharap para guru kita, tenaga kependidikan kita, serius mengikutinya. Ya, jangan main-main! Jadi harus serius mengikutinya,” tegasnya.
Menurut Prof. Saparudin, investasi pada kualitas guru akan berdampak langsung pada kemampuan literasi siswa di sekolah. Ia optimis bahwa kemahiran berbahasa Indonesia yang baik akan menjadi bekal berharga bagi masa depan generasi muda Pangkalpinang.
Lebih lanjut, ia menyoroti tren penggunaan Bahasa Indonesia yang kian meluas, bahkan hingga ke mancanegara. Hal inilah yang mendasari pentingnya pendalaman materi bahasa di sekolah-sekolah.
“Bahasa Indonesia itu sudah sangat meluas sekali penggunaannya. Tidak hanya di dalam negeri, tapi lembaga-lembaga pendidikan di luar negeri juga sudah mulai mendalami kemahiran berbahasa Indonesia,” jelas Prof. Saparudin.
Saat ditanya mengenai teknis pendalaman di tingkat sekolah, Wali Kota menjelaskan bahwa penguatan peran guru adalah kunci utama.
Harapannya ini akan berdampak kepada murid-murid kita, anak didik di Kota Pangkalpinang. Kedepannya bisa memberikan kemahiran dalam berbahasa Indonesia, tidak hanya bagi siswa tapi juga masyarakat pada umumnya,” tambahnya.
“Di sekolah-sekolah kita harapkan para guru—apalagi sudah ada mata pelajarannya—akan lebih meningkat kemampuannya. Kalau kemampuan gurunya meningkat, tentu kemampuan siswanya juga akan semakin baik,” pungkasnya. (Tras)







