Walikota Akui, Jelang Lebaran Ini Jumlah Tunasiwma di Pangkalpinang Meningkat

Mendekati lebaran ini, oknym warga yang melakukan aksi meminta-minta ini makin marak di Kota Pangkalpinang. (trasberita.com)

Penulis: Lia
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM – Moment bulan suci Ramadan yang juga menjadi bulan sedekah berlipat ganda pahala, ternyata dimanfaatkan oleh sejumlah orang tidak bertanggungjawab untuk melakukan aksi meminta-meminta uang.

Termasuk di Kota Pangkalpinang, yang belakangan ini banyak dijumpai di sejumlah titik keramaian ada oknum warga yang melakukan akasi minta-minta.

Bacaan Lainnya

Bahkan tak jarang dijumpai oknum warga ini door to door ke rumah masyarakat atau masjid-masjid.

Walikota Pangkalpinang Dr Maulan Aklil mengaku adanya fenomena meminta-minta ini semakin marak di Pangkalpinang.

Namun menurutnya hal ini juga merupakan dampak dari seiring berkembangnya Kota Pangkalpinang menuju Kota Metropolis, sehingga berbagai permasalahan sosial juga akan ikut bermunculan, termasuk makin banyaknya keberadaan tunawisma dan sebagainya.

Kendati demikian Walikota mengakan pihaknya harus mampu menyikapi dengan baik fenomena tersebut, supaya tidak semakin menjurus kepada persoalan yang lebih rumit apalagi sampai meresahkan masyarakat.

” Ya kalau mau dekat-dekat lebaran ini, mereka (tunawisma) ini memang kerap muncul dimana-mana. Dan kita sudah cek tunawisma, kebanyakan bukan berasal dari Pulau Bangka tapi dari daerah lain,” ujar Molen, sapaan akrab Walikota Pangkalpinang ini.

Orang nomor satu di Kota Pangkalpinang ini mengaku sudah memerintahkan kepada OPD terkait seperti Dinas Sosial, Satpol PP untuk rutin melakukan pengawasan dan penertiban terhadap keberadaan para tunawisma yang terkadang menjadi pemandangan yang meresahkan masyarakat

Sayangnya, kata Molen, upaya yang dilakukan untuk menertibkan mereka (tunawisma), anak jalanan, anak punk, hingga aksi premanisme di Pangkalpinang tidak semudah membalik telapak tangan.

“Oleh karena itu salah satu ajakan yang kami sampaikan kepada masyarakat adalah agar masyarakat tidak mudah merasa iba atau kasian kepada para oknum ini dengan cara memberikan sejumlah uang,” tukas Molen.

Dikatakan Molen, edukasi utamanya adalah tidak memberikan uang kepada tunawisma (gelandangan), karena masih ada jalan-jalan lainnya untuk bersedekah lebih tepat termasuk melalui lembaga resmi seperti Baznas Kota Pangkalpinang.

“Hal ini juga untuk menghindari dari penyalahgunaan dana umat atau sedekah oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” ajaknya. (tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *