Oleh: Bangdoi Ahada
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM — Pagi hari di Kota Pangkalpinang selalu punya cerita.
Di antara hiruk-pikuk suasana pagi dan denyut aktivitas warga yang bersiap memulai kerja, sebuah warung sederhana di Jalan Pasar Pagi No. 68, Taman Bunga, Kecamatan Gerunggang, menjadi tujuan banyak orang.
Namanya Warung Nyai Palembang—tempat di mana cita rasa khas Palembang hadir hangat sejak matahari baru menyapa.
Warung ini dikenal dengan tambahan nama “Palembang” bukan tanpa alasan. Hampir seluruh menu yang disajikan adalah kuliner khas Bumi Sriwijaya.
Dari laksan, celimpungan, berugo, pempek, model, hingga tekwan, semuanya tersaji dengan kuah gurih dan rasa yang otentik.
Bagi para pecinta kuliner Palembang, Warung Nyai bukan sekadar tempat sarapan, melainkan pelepas rindu pada rasa kampung halaman.
Sebelum menetap di lokasi sekarang, Warung Nyai sempat berjualan di kawasan perumahan karyawan PT Timah, tepatnya di Jalan Mantri, samping Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang.
Seiring waktu, warung ini kemudian berpindah dan berkembang di kawasan Jalan Pasar Pagi Taman Bunga, yang justru membuatnya semakin dikenal dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Meski tampil sederhana, Warung Nyai memiliki daya tarik kuat.
Warung ini buka enam hari dalam sepekan—dari Selasa hingga Minggu—mulai pukul 06.00 WIB hingga 12.30 WIB, dan hanya tutup pada hari Senin.
Sejak dibuka lebih dari dua tahun lalu, pelanggan setianya terus berdatangan.
Bahkan, sejak pukul 06.30 WIB, kursi-kursi mulai terisi oleh pengunjung yang ingin menikmati sarapan hangat sebelum beraktivitas.
Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong, tanpa mengurangi kualitas rasa.
Tak heran jika warung ini menjadi pilihan favorit berbagai kalangan.
“Saya kalau pulang dari Pasar Pagi biasanya mampir di sini. Ya, biasa, makan laksan,” ujar Dewi, salah satu pelanggan setia.
Bagi para pegawai dan karyawan, Warung Nyai Palembang juga menjadi alternatif tempat sarapan sekaligus ruang singgah sebelum masuk kantor.
“Biasalah, kalau di rumah kan tidak sempat masak, jadi di sinilah kita sarapan,” kata Herman, seorang ASN di Bangka Belitung, sembari menikmati semangkuk hidangan khas Palembang.
Warung Nyai Palembang bukan sekadar warung makan.
Ia telah menjelma menjadi ruang pertemuan rasa, budaya, dan kebiasaan pagi masyarakat Pangkalpinang.
Sebuah tempat sederhana yang menghadirkan kehangatan, baik dari kuah laksan yang mengepul maupun dari cerita para pengunjungnya.
Jika Anda mencari sarapan lezat dengan cita rasa khas Palembang, Warung Nyai Palembang adalah jawabannya. (Tras)













