Penulis: Lia
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM — Potensi hujan lebat di wilayah Bangka Belitung diperikdisi masih akan terjadi hingga 1 pekan ke depan.
Prakirawan Senior BKMG Pangkalpinang, Slamet Riyadi didampingi Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kota Pangkalpinang, Kurniaji, Senin ( 03/04/2023) di ruang kerjanya menjelaskan, bahwa kondisi ini sekaligus menandakan bahwa wilayah Bangka Belitung telah memasuki musim pancaroba atau peralihan.
Yakni musim penghujan ke musim kemarau. Sehingga kondisinya sedikit agak fluktuatif.
“Kadang hujannya turun disertai dengan angin, petir, cenderung lebat dan durasinya berlangsung lama, seperti halnya ketika terjadi di tanggal 30 Maret 2023 kemarin. Yang terpantau disejumlah daerah Babel terjadi curah hujan tinggi,” ujar Slamet.
Dengan kondisi tersebut, BMKG Pangkalpinang menghimbau kepada masyarakat, khususnya yang akan melakukan aktivitas di outdoor atau lapangan untuk lebih waspada.
Termasuk bagi para nelayan dan pelaku transportasi darat, udara dan laut.
Hal ini perlu diwaspadai lantaran, kondisi cuaca di Babel masih terpantau cukup ekstrim seperti wilayah utara Pulau Bangka.
Sehingga perlu dilakukan monitoring dan update kondisi cuaca setiap hari, supaya ketika beraktivitas, tetap mengutamakan keselamatan dan meminimalisir sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Ciri dari musim peralihan atau pancaroba adalah, adanya peralihan arah angin yang berubah-ubah, misal malamnya bisa di utara siangnya di selatan.
Hal ini bisa menyebabkan terjadi curah hujan lebat disertai petir dan bahkan angin kencang.
Untuk gelombang disebutkan Slamet masih terpantau normal bahkan untuk arah dari Bangka Belitung menuju alur ke laut Jawa terpantau ketinggiannya maksimum mencapai 1.5 meter.
Namun tetap perlu di waspadai ketika terjadi hujan lebat dan awan cumulonimbus, karena berpotensi menambah ketinggian gelombang, disertai petir dan angin kencang.
“Pantauan kami untuk minggu-minggu ini mungkin tidak akan jauh berbeda, oleh sebab itu, kita tetap menghimbau kepada masyarakat seluruhnya untuk waspada dengan kemungkinan-kemungkinan kondisi perubahan cuaca yang bisa saja terjadi dan berubah -ubah sewaktu-waktu,” ajaknya.
Ia mengingatkan, bagi masyarakat yang sedang beraktivitas di tanah lapang atau tempat terbuka, di lokasi tambang maupun sebagai pelaku transportasi laut, udara dan darat lainnya, yang cenderung beroptensi menjadi daerah sambaran petir, maka harus lebih waspada.
“Terlebih ketika sudah mendapati kondisi perubahan cuaca seperti yang kami dijelaskan, memang ada baiknya untuk segera melakukan langkah-langkah evakuasi ke tempat yang lebih aman, karena Bangka Belitung juga salah satu daerah di Indonesia yang berada di sekitar lintasan garis khatulistiwa, sehingga juga rawan terjadinya sambaran petir,” himbaunya lagi. (tras)






