Wisuda UBB XXVII, Prof Ibrahim Pesan kepada 337 Wisudawan: Berhentilah Menyamankan Masa Muda

MERAWANG, TRASBERITA.COM — Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar acara wisuda ke-XXVII, di Halaman Gedung Rektorat UBB, Rabu (14/3/2023).

Acara dibuka oleh Ketua Senat UBB Dr Devi Valeriani SE MSi. Wisuda tersebut, dihadiri kurang lebih 337 wisuadawan/i  dengan rincian, Fakultas Teknik 84 orang, Fakultas Ekonomi (FE) 91wisudawan, Fakultas Hukum (FH) 16 wisudawan, Fakultas Pertanian, Perikanan, Biologi (FPBB) 101 wisudawan, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 45 wisudawan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Rektor UBB Prof Dr Ibrahim MSi menyampaikan, sebanyak 337 wisudawan mulai Rabu (14/3/2023) resmi kembali kepada orang tua dan lingkungan keluarga.

“Insha Allah menjadi insan dan pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara,” ujar Prof Ibrahim.

Dikatakan Prof Ibrahim, tentunya ada aktifitas panjang yang sudah dilewati oleh para wisudawan selama masa kuliah di UBB.

“Dan hari ini resmi telah diwisuda, kemudian mendapatkan ijazah yang akan menjadi figur-figur berguna di tengah masyarakat  nantinya,” ungkapnya.

Prof Ibrahim mengungkapkan, perlunya langkah adaptif dalam dunia yang semakin kompleks ini, karena setiap lingkungan dan pengalaman adalah guru bagi kita.

Rektor UBB ini mengajak para wisudawan untuk aktif dan kreratif serta terus belajar dimanapun, kapanpun, dan berapapun usia sekarang ini.

“Kelak ketika anak-anak terjun ke dunia yang luas, mungkin tidak seindah yang anda bayangkan dan ketika lingkungan berubah, maka anda dituntut untuk menyesuaikan diri,” ujar Professor bidang ilmu politik tersebut.

Menurutnya, dunia mahasiswa adalah dunia simulasi ketika kita bersiap untuk memasuki dunia yang sebenarnya. Di dunia kampus anda mahasiswa dinilai saat ujian dan di tengah-tengah masyarakat akan medapatkan nilai ketika lolos dari ujian.

Dikatakan Prof Ibrahim, jangan bermimpi bahwa setelah lulus kuliah ini tidak akan diuji ketika berada di masyarakat. Kenyataannya bahwa dunia luar adalah dunia ujian yang sebenarnya.

“Pesan kami, teruslah menjadi pribadi yang optimis, berteman dengan orang-orang yang optimis dan hindari bergaul dengan orang-orang yang pesimis,” tukasnya.

Dalam sambutan penutupnya, Prof Ibrahim megatakan bahwa jika hari-harimu penuh dengan rebahan, Gadget dan menonton di handphone anda, maka hati-hati itu adalah zona nyaman.

“Jika engkau selalu mengerjakan  hal yang mudah-mudah, jangan bermimpi untuk mendapatkan hal-hal yang istimewa. Berenti menyamankan masa muda anda agar tidak sengsara di masa tua,” ungkapnya. (*/tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *