Yersita, Guru MTK Ini Selalu Menjadi Juara Lomba Menulis, Begini Ceritanya

Yersita, Guru MTK di SMAN 1 Merawang Kabupaten Bangka. (ist)

Penulis: Ma’ruf
BANGKA, TRASBERITA.COM — Tepatnya pada tahun 2001 lalu, ketika itu sedang menimba ilmu di kota pendidikan Jogyakarta, Yersita (40) menceritakan awal mula dia berkenalan dan aktif dalam dunia literasi atau tulis menulis.

Saat itu, Yersita juga berkenalan dengan HMI, organisasi kemahasiswaan yang telah membentuk dirinya aktif menjadi seorang jurnalis.

Bacaan Lainnya

Kebetulan, pada masa itu HMI memiliki media koran pergerakan sebagai wadah perjuangan untuk menumpahkan pemikiran dan idealisme gerakan mahasiswa.

“Dulu lebih banyak menulis berita seputar kampus dan kampung yang berada di dekat kampus” ungkap lulusan Universitas Negeri Jogyakarta (UNJ) ini.

Guru MTK di SMAN 1 Merawang Kabupaten Bangka ini mengatakan, awal dirinya termotivasi untuk menulis karena sering kali melihat berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Adanya ketidakadilan, kerusakan lingkungan, ketimpangan sosial dan berbagai hal yang menumbuhkan kesadaran kritis.

” Dari sanalah muncul berbagai ide untuk menulis” katanya.

Tepatnya pada bulan Maret tahun 2007, selepas kuliah dan pulang ke pulau Bangka, artikel pertamanya dengan judul “Babel Butuh Konsep Ekuilibrium” terbit di media mainstream saat itu.

Tidak hanya sekali, tapi sudah ratusan kali artikelnya terpampang di halaman opini koran tersebut. Selain artikel, karya cerpennya juga sering dimuat di media yang sama.

” Namun kini, seiring perjalanan dan pengalaman hidup serta perubahan dinamika sosial masyarakat, tema tulisan fokus untuk memberikan inspirasi dan manfaat kepada orang banyak,” tutur lulusan magister pengajaran matematika ITB tersebut.

Pada tahun 2012 , dia meluncurkan karya buku pertamanya. Sebuah karya antologi yang berjudul ” Inspiring Teacher” yang diterbitkan oleh nulisbuku.com.

” Buku itu tentang pendidikan,” terang Ibu dengan dua anak ini.

Hingga sekarang, sudah 17 buah judul buku yang sudah diterbitkan dan beredar luas.

Yang teranyar di tahun 2023, Yersita melaunching dua buah karyanya, yakni buku mata pelajaran matematika untuk siswa SMA/MA dan SMK/MAK kelas XI.

Diakuinya, dari karya tulisannya baik berupa artikel maupun buku, telah memberikan nilai lebih.

Tidak hanya peningkatan skill dan pengetahuan, tapi ekonomi keluarganya juga cerah.

” Bisa jalan-jalan ke berbagai daerah, bahkan dari royalti bisa jalan-jalan ke luar negeri, mengumrohkan orang tua,” ungkap pengagum karya Pramoedya Ananta Toer, Ahmad Tohari, Hernowo dan Goenawan Mohammad ini.

Selain itu, disela kesibukannya mengajar, mengurus keluarga dan menyelesaikan karya buku, Yersita seringkali mengikuti berbagai lomba menulis baik ditingkat lokal maupun nasional.

Tercatat, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, sebanyak 12 kali perlombaan tulis menulis telah diikutinya dan selalu mendapat juara.

Terakhir, pada tahun 2021 lalu, perolehannya adalah juara 2 event penulisan Komik Pembelajaran Kemendikbud Republik Indonesia. (TRAS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *